Liputan6.com, Bantul Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan berharap pemerintah Presiden Prabowo Subianto fokus melaksanakan dua program pendidikan dengan baik. Menurutnya, baik program Sekolah Rakyat (SR) maupun Makan Bergizi Gratis (MBG) telah direncanakan dengan baik. “Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik, seperti dengan rencana dan apa yang menjadi tujuan bisa terlaksana sampai tuntas. Semua rencana baik kita harapkan bisa terlaksana dengan baik,” katanya saat ditemui di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (14/7/2025).
Sebagai orang yang pernah memimpin Kementerian Pendidikan, Anies menyatakan bahwa dia tidak berhak memberikan saran tentang apa yang harus dilakukan untuk kebaikan program Sekolah Rakyat maupun Makan Bergizi Gratis. “Saya rasa pemerintah sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Kita berharap semua selesai dengan baik. Jadi, rencana-rencana baik itu dilaksanakan. Seperti juga misalnya ada program, kita tahu makan bergizi gratis,” ujarnya.
Dia sangat berharap, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis nantinya tidak hanya semua jenjang sekolah negeri, namun juga menyasar murid-murid di sekolah MA, MTs dan MA serta ibu hamil di seluruh negeri. “Jadi, program itu betul-betul dirasakan oleh rakyat. Jadi semua tempat. Semua SD, semua SMP, semua SMA, itu saya kira,” kata Anies.
Ratusan Siswa Bersekolah di Dua Sekolah Rakyat
Sementara itu sebanyak 275 siswa lulusan SMP dari keluarga miskin diterima di dua Sekolah Rakyat Menengah Atas yang berada di tempat terpisah di Yogyakarta. Sekolah Rakyat Menengah 19 yang berlokasi di Sonosewu, Bantul menerima 200 siswa dan membaginya dalam 10 rombongan belajar (Rombel). Ini menjadi Sekolah Rakyat Menengah dengan jumlah murid terbanyak se-Indonesia.
Sedangkan untuk Sekolah Rakyat Menengah 20 yang berlokasi di Purwomartani, Sleman menerima 75 siswa dan membaginya dalam tiga rombel. “Tercatat tiga calon siswa Sekolah Rakyat Menengah mengundurkan diri karena masih ingin bersekolah regular dan tidak ingin meninggalkan teman sebayanya,” kata Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih.
Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Menengah 19, Agus Trianto menjelaskan selama dua pekan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), ke-200 siswa akan diajak untuk berdamai dengan lingkungan dan kehidupan sosial. “Berdamai dengan lingkungan baru, khususnya di asrama membutuhkan proses. Terlebih lagi para siswa berasal dari keluarga yang heterogen dari pendidikan maupun kemampuan finansial,” paparnya.
Selain itu, para siswa juga akan mendapatkan pendidikan wawasan kebangsaan dari personel TNI yang dikhususkan pada kedisiplinan. Agus menegaskan aspek kedisiplinan sangatlah penting untuk dimiliki para siswa ketika nanti hidup bersama di asrama. Terkait dengan guru mata pelajaran, dari total 20 guru yang dibutuhkan. Agus menyebut pihaknya baru menerima 19 guru di hari pertama ini. Satu guru mata pelajaran antropologi dilaporkan tidak lulus kualifikasi.