Topeng Bondres Bajra Geni, Refleksi Kepemimpinan dalam Pesta Kesenian Bali

1 month ago 31

Liputan6.com, Denpasar Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang digelar di Panggung Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Centre Denpasar, kembali memukau penonton dengan keindahan seni tradisional Bali. Pada Rabu (9/7/2025), Sanggar Seni Bajra Geni dari Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai duta Kabupaten Badung dengan pementasan Topeng Bondres bertajuk Damar Sasangka.

Pertunjukan ini mengusung narasi mendalam tentang kepemimpinan dan pelestarian lingkungan, mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Bali. Pementasan diawali dengan tabuh pembuka yang menggema, diikuti tiga penampilan Topeng khas, yaitu Topeng Keras, Topeng Tua, dan Topeng Bondres Monyer Manis. Ketiganya menghadirkan dinamika karakter Bali, dari kekuatan dan kebijaksanaan hingga kelucuan yang sarat sindiran sosial.

Inti cerita Damar Sasangka berfokus pada Ida Cokorda Nyoman Mayun, Raja Kawya Pura, yang menghadapi krisis kekeringan dan konflik di Subak Batan Tanjung. Alih-alih bertindak gegabah, sang raja memilih bertapa di Pucak Pengelengan untuk mencari wahyu. Solusi yang ditemukan adalah upacara sakral Aci Tulak Tunggul di Dam Pura Taman Ayun, dengan sarana pekelem ulam suci dan iringan Baris Keraras, tradisi yang masih dilestarikan hingga kini.

“Damar Sasangka menjadi simbol pemimpin sejati, seperti pelita di tengah kegelapan, ia hadir untuk menerangi, bukan sekadar memberi pembenaran, melainkan menyuarakan kebenaran,” ungkap narasi pementasan. Cerita ini tak hanya menonjolkan kepemimpinan spiritual, tetapi juga menyuarakan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam, terutama air sebagai sumber kehidupan dan pertanian. 

Anak Agung Bagus Sudarma, pembina tari Sanggar Bajra Geni, menjelaskan bahwa Damar Sasangka terinspirasi dari Babad Mengwi, khususnya kisah Aci Tulak Tunggul. “Ini bagian dari upaya pelestarian pertanian dan kemakmuran masyarakat Subak Batan Tanjung. Cerita ini menggambarkan pentingnya air, bendungan, dan harmonisasi kehidupan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, persiapan pementasan melibatkan 50 seniman penari dan penabuh sejak Maret 2025. “Hari ini adalah puncak ekspresi dan kreativitas kami. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang konsisten menyelenggarakan PKB sebagai ruang pelestarian budaya,” tambahnya.

Pembina tabuh, I Wayan Griya, mengapresiasi dukungan Kabupaten Badung dalam menghidupkan kembali seni tradisi. “Ini adalah kali pertama kami dipercaya sebagai duta Badung untuk menampilkan Topeng kreatif di PKB. Terima kasih kepada pemerintah dan para penabuh muda yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Tatung Dewa Trenggiling dari Sambas

Transaksi Capai Rp11 Miliar

Ia juga menekankan pentingnya seni sebagai wadah positif bagi generasi muda. “Lewat berkesenian, para pemuda mendapatkan pelajaran berharga dalam hidup dan menjauh dari aktivitas negatif. Itu tujuan utama kami,” tegasnya. 

Menurut Wayan Griya, perkembangan seni di Badung kini kian menggembirakan berkat pembinaan terstruktur dari desa hingga kabupaten. “Ini menunjukkan sinergi kuat antara pelaku seni dan pemerintah,” katanya. 

Pagelaran ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang nilai air, perjuangan petani, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Dengan estetika yang kuat dan narasi yang berakar pada budaya Bali, Sanggar Bajra Geni sukses menyampaikan bahwa seni adalah medium edukasi, kontemplasi, dan pelestarian warisan budaya yang abadi.

Disisi lain, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang berlangsung hingga 19 Juli 2025 juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Dengan total transaksi UMKM mencapai Rp11 miliar hingga 8 Juli 2025, PKB tidak hanya memamerkan kekayaan budaya Bali, tetapi juga menjadi katalis pemberdayaan ekonomi lokal. 

Sebanyak 137 stand UMKM Bali Bangkit turut memeriahkan ajang ini, menawarkan beragam produk unggulan seperti tenun, perhiasan emas/perak, fashion, tas, hingga kerajinan kulit. Penataan stand yang strategis di Gedung Ksirarnawa, area luar gedung, dan panggung Ardha Candra memudahkan pengunjung menjelajahi produk-produk berkualitas. 

“Total nilai transaksi dari sektor kerajinan hingga 8 Juli 2025 sudah mencapai Rp7,9 miliar,” ungkap I Gusti Ngurah Wiryanata, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Kamis (10/7/2025). Ia optimistis angka ini akan terus meningkat seiring berlangsungnya PKB. “Angka ini terus bergerak naik. PKB masih berlangsung sampai 19 Juli. Kami optimistis transaksi dan kunjungan masih akan melonjak,” tambahnya. 

Sementara itu, sektor kuliner tradisional Bali juga mencuri perhatian. Sebanyak 52 stand kuliner yang dikelola Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali berhasil meraup omzet Rp3,1 miliar sejak 21 Juni hingga 8 Juli 2025. Menu khas seperti lawar, tipat cantok, dan jaja Bali menjadi favorit pengunjung.

Kunjungan Wisatawan

“Omzet dari lapak kuliner sejak 21 Juni hingga 8 Juli 2025 telah mencapai Rp3,1 miliar,” ujar Try Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Antusiasme pengunjung juga tak kalah mengesankan. Hingga 8 Juli 2025, PKB telah dikunjungi 816.149 orang, dengan rincian 814.672 wisatawan domestik dan 1.477 wisatawan mancanegara. 

“Sebanyak 814.672 orang merupakan wisatawan domestik dan 1.477 wisatawan mancanegara,” jelas I Wayan Mardika Bhuwana, Kepala UPTD Taman Budaya Bali. Dengan target 1,6 juta pengunjung, pihak penyelenggara yakin angka ini akan tercapai berkat ragam pementasan seni dari kabupaten/kota di Bali hingga penampilan internasional yang memukau di Art Center Denpasar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |