Liputan6.com, Pekanbaru - Sebanyak 13.079 orang dari berbagai daerah dan mancanegara berlari di Riau Bhayangkara Run. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas ribuan pelari dari 21 K, 10 K dan 5 K berbagai kategori sebelum matahari terbit dari upuk timur.
Riau Bhayangkara Run sudah tahun ketiga dilaksanakan. Sejumlah pelari asing dari Amerika, Francis, Malaysia, Singapura dan Kenya bertanding pada half maraton 21 K internasional bersama ratusan pelari dari Indonesia.
Hasilnya, pelari asal Kenya merajai podium setelah mencatatkan waktu tercepat. Pada kategori pria, posisi pertama diraih oleh James Kahura dengan catatan waktu 1 jam 5 menit 10 detik.
Posisi kedua dan ketiga juga diraih pelari asal Kenya. Begitu juga untuk kategori wanita 21 K internasional yang dimenangkan oleh pelari dari negara tersebut.
Listyo bersama Kepala Polda Riau Irjen Herry Heryawan mengalungkan medali kepada para pemenang laki. Untuk kategori perempuan dikalungkan oleh Irwasum Polri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo.
James mengaku gembira menaklukkan lintas half maraton 21 K internasional dengan cepat dan mendapatkan hadiah Rp25 juta. Target ini sudah dipasangnya sejak menginjakkan kaki di Tanah Bumi Melayu.
"Sebelumnya ikut lari di Jakarta menempati posisi ketiga," kata James.
Riau Bhayangkara Run sudah mendapatkan sertifikasi internasional dari world athletics. Sertifikasi untuk kategori 5 K, 10 K dan 21 K, teregister dengan nomor INA2025/156, INA2025/157, dan INA2025/158, pada tanggal 27 Mei 2025 dan berlaku sampai dengan 31 Desember 2029.
*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Gerakan Roda Ekonomi
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan, event ini tak hanya sekadar seremonial peringatan Hari Bhayangkara ke-79, melainkan memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat signifikan.
Menurut Herry, Riau Bhayangkara Run 2025 membawa multiplier effect yang sangat kuat, khususnya dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
"Terbukti, sebanyak 54 booth UMKM lokal turut ambil bagian, menawarkan produk kuliner, kriya, dan fashion kepada ribuan peserta dan pengunjung. Tingkat okupansi hotel di Pekanbaru juga meningkat tajam menjelang hari pelaksanaan" jelasnya.
Herry menyampaikan, suksesnya event ini menjadi bukti kesiapan Riau sebagai tuan rumah ajang berskala nasional hingga internasional.
"Kami ingin tunjukkan bahwa Riau siap, bukan hanya secara infrastruktur dan teknis, tetapi juga dari sisi sosial, keamanan, dan ekosistem yang mendukung," ujarnya.
Tak hanya aspek olahraga dan ekonomi, Riau Bhayangkara Run 2025 juga mengusung misi ekologis. Acara ini menjadi bagian dari kampanye Green Policing yang diusung Polda Riau dalam memadukan penegakan hukum dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
"Kami ingin mendorong kebiasaan hidup ramah lingkungan, atau green habit, serta membangun pemahaman ekologis berkelanjutan melalui pendekatan humanis dan kolaboratif,” kata Kapolda.
Event ini tidak hanya meninggalkan kesan sebagai pesta olahraga, tetapi juga menjadi refleksi atas bagaimana sebuah institusi dapat menjadi motor penggerak perubahan, dari kesehatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
"Riau Bhayangkara Run 2025 menjadi momentum penting yang membuktikan bahwa kolaborasi antara aparat negara, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak besar dan berkelanjutan," kata Herry.
Setelah pelari finish semua digelar hiburan rakyat di panggung utama, mulai dari penampilan baris-berbaris Polisi Cilik, persembahan musisi lokal bernuansa Melayu. Puncaknya penampilan energik dari Tipe-X yang sukses menghibur ribuan peserta dan penonton yang memadati lokasi.