Tegas! Gubernur NTT Minta Timor Leste Tangkap dan Proses Hukum Pelaku Penembakan Warganya

3 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, geram menyikapi insiden penembakan warganya di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Dia meminta pemerintahan Timor Leste menindak tegas para pelaku penembakan.

Permintaan Meki itu menyusul konflik perebutan tapal batas antara Indonesia dan Timor Leste, tepatnya di Distrik Oecusse pada Senin 25 Agustus 2025 kemarin. Bentrokan itu menyebabkan, Paulus Oki (58), warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, NTT, terkena tembakan yang diduga dilakukan warga RDTL.

"Pelakunya harus segera ditangkap dan diproses hukum oleh pemerintah Timor Leste sehingga konflik ini jangan berkepanjangan," ujar Melki, Selasa 26 Agustus 2025.

Ia mengaku baru mendapatkan kabar adanya bentrok antar warga terkait perebutan tapal batas negara Indonesia-Timor Leste di desa tersebut.

"Sudah ada aparat dan Forkompinda di lokasi juga untuk mengecek soal ini," pungkasnya.

Desak Penyelesaian Sebelum Agenda Pertemuan Dagang

Persoalan ini diharapkan dapat dituntaskan Pemerintah Timor Leste, apalagi dalam waktu dekat akan ada pertemuan perdagangan yang melibatkan banyak negara.

"Timor Leste akan mengadakan pertemuan dagang pada 28 Agustus 2025 dengan beberapa negara termasuk Indonesia. NTT sendiri akan mengirim wakil gubernur," katanya.

Karena itu, dia mendesak persoalan ini dapat segera diatasi secara baik Pemerintah Timor Leste.

"Kami berharap agar peristiwa ini bisa segera diselesaikan dengan cepat dan tuntas dengan damai," harapnya.

Jaga Keselamatan Warga

Terpisah, Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan langkah utama yang diambil adalah melindungi keselamatan masyarakat serta memastikan setiap warga yang terdampak mendapat pendampingan dan penanganan medis yang layak.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat aman, tenang, dan mendapat perhatian penuh. Korban sudah mendapatkan perawatan medis, dan keluarga kami damping secara humanis,” ujarnya.

Dia bersama Polres TTU bersama Satgas Pamtas RI–RDTL sudah turun ke lokasi untuk memberikan imbauan agar tidak beraktivitas di lokasi tersebut demi keselamatan bersama.

“Pendekatan persuasif kami ke ldepankan. Warga tidak dibiarkan menghadapi situasi ini sendiri. Kami hadir, mendengar keluh kesah mereka, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pihak terkait,” kata Kombes Henry.

Sosialisasi terkait Batas Negara dan Hak Pengelolaan

Polres TTU juga terus berkoordinasi dengan TNI, Satgas Pamtas Yonarhanud 15/DBY, Pemerintah Daerah, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Konsulat RI di Oecusse, dan Atase Polri di KBRI Dili.

TNI–Polri berkomitmen menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.

“Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan diplomasi, serta perlunya sosialisasi ke masyarakat terkait batas negara dan hak pengelolaannya," tegasnya.

Satu Warga Terkena Tembakan

Konflik perebutan tapal batas antara Indonesia dan Timor Leste, di Distrik Oecusse tepatnya di Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi, Senin 25 Agustus 2025.

Bentrokan itu menyebabkan Paulus Oki (58), warga Desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT terluka terkena tembakan.

Bentrokan ini berawal saat adanya pembangunan 100 pilar batas negara dari Desa Inbate sampai ke Desa Nunpo, Kabupaten TTU. Beberapa warga Desa Inbate mulai resah karena kebun mereka masuk dalam wilayah Republik Demokrat Timor Leste.

Warga pun merasa tidak puas dan protes, karena menurut mereka kebun yang dikelola masih dalam wilayah Republik Indonesia bukan merupakan wilayah RDTL.

100 buah pilar yang akan dibangun oleh Republik Demokrat Timor Leste sebagai pilar batas antara kedua negara telah menjadi permasalahan yang belum terselesaikan yaitu pilar nomor 35.

Masalah tersebut menurut pemerintah pusat sudah selesai. Namun masyarakat lokal menganggap permasalahan tersebut belum terselesaikan, karena sampai saat ini masyarakat belum menerima hasil isi kesepakatan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |