Tak Makan Saat Teman-temannya Nikmati MBG, Pengakuan Polos Bocah SD di Kendari Bikin Haru

2 days ago 15

Liputan6.com, Kendari - Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengunjungi kesiapan dapur Makan Bergizi Gratis di Kota Kendari, Rabu (27/8/2025). Anindya juga meninjau pemberian makan bergizi di Kingdom Avademy School, salah satu pusat pendidikan inklusif.

Diketahui, sekolah inklusif merupakan jenis sekolah dengan sistem layanan pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat dan belajar dalam kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Sistem pendidikan ini tanpa mengkhususkan kelas siswa berkebutuhan khusus (difabel) dan siswa lainnya.

Saat itu, Anindya masuk ke ruangan kelas lalu bertemu puluhan siswa yang terlihat sudah siap dengan hidangan makanan bergizi gratis di meja masing-masing. Putra pertama Abu Rizal Bakrie itu kemudian berkeliling di sekitar meja siswa SD dan bertanya kepada mereka tentang rasa makanan.

Semua siswa mengatakan hidangan MBG mereka rasanya enak. Beberapa di antaranya mengaku, menyukai lauk yang berganti setiap hari.

Kemudian, Anindya berjalan menuju meja paling belakang. Saat itulah, Anindya mendekat ke salah seorang siswa yang tidak menyentuh hidangan MBG yang tersedia di atas meja tempatnya duduk.

Saat ia dan anggota satgas lainnya menghampiri bocah kelas 4 SD itu, ia sempat bertanya kepada bocah laki-laki yang duduk pada barisan paling belakang. Kemudian, sejumlah pengurus kadin dan Satgas pangan bertanya kenapa ia tak menyentuh makanannya, padahal semua rekan-rekannya di dalam kelas sudah mulai kelihatan lahap.

"Saya puasa Rabu bu," ujarnya singkat.

Jawaban tersebut sontak membuat Anindya Bakrie dan rombongan merasa tersentuh. Untuk membuat semua siswa merasakan nikmat MBG, dia lalu membuat kuis kecil ke siswa dengan hadiah uang ratusan ribu. Pada akhirnya, semua siswa di dalam kelas kebagian uang pecahan Rp 100 ribu hingga Rp 50 ribu.

Kualitas Dapur MBG Kadin Sulawesi Tenggara

Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie terkesan saat meninjau kondisi dapur MBG binaan Kadin Sulawesi Tenggara, Rabu (27/8/2025) di Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-wua. Hasil pantauan Anindya dan bersama Satgas Gotong Royong, kondisi kelengkapan fasilitas dan personil di dapur sudah seperti skala industri.

Di lokasi, ternyata dapur Binaan Kadin di Sultra terbilang lengkap. Pihak Kadin sudah menyiapkan dan membangun ruang gudang penyimpanan makanan, dapur, ruangan penyiapan makan, ruang medis, ruang rapat hingga penataan jalur transportasi makan dalam area dapur agar bisa dengan cepat disiapkan.

Melihat kondisi ini, Anindya menyatakan, kesiapan Satgas Gotong Royong bersama Kadin Sulawesi Tenggara patut diapresiasi. Alasannya, dapur MBG Kadin Sultra sudah sangat representatif.

Anindya terkesan, ternyata satu dapur MBG binaan Kadin Sultra tidak hanya mampu menyediakan 500 paket makanan bergizi setiap hari. Namun, dengan kondisi ini seharusnya mampu hingga 5.000 paket.

"Ini contoh kemitraan luar biasa dari Kadin Sulawesi Tenggara, kami berharap hal ini berkesinambungan hingga kedepannya, kami harap generasi muda bisa merasakan maksimal manfaat MBG Presiden Prabowo," ujar Anindya.

1.000 Dapur MBG

Anindya mengatakan, Kadin Indonesia bercita-cita membuat hingga 1.000 dapur MBG seluruh Indonesia. Jumlah sebanyak ini, mampu mensuplai 1 juta kebutuhan pangan pelajar usia dini. Jika tak ada aral melintang, akhir Oktober 2025 dapur akan rampung di seluruh Indonesia.

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang, memastikan akan menuntaskan program dapur MBG di Sultra. Kata dia, usulan dapur MBG di Sultra mencapai 65 dapur. Yang sudah disetujui, sekitar 25 unit.

"5 dari 25 Unit, pada akhir Agustus 2025 sudah bisa beroperasi dengan standar nasional seperti standar yang ditentukan oleh Badan Gizi Nasional, Satgas Pangan dan Satgas Gotong Royong, Kadin Sultra siap menyukseskan program Presiden Prabowo dalam memenuhi kebutuhan gizi pelajar," ujar Anton Timbang Dia memastikan, fasilitas serta personel yang bertugas di dapur MBG binaan Kadin Sulawesi Tenggara sudah sesuai arahan dan standar Satgas Gizi dan Pangan.

Sehingga, kedepannya hasil yang dirasakan oleh pelajar dalam pemenuhan gizi di sekolah bisa maksimal.

"Kita berharap, bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah dan nasional dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi masyarakat khususnya generasi muda, kami berpendapat semua generasi muda Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan makanan bergizi untuk menunjang prestasi dan menciptakan generasi emas," pungkas Anton Timbang.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |