Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mewujudkan salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud-Seno Aji yakni gratispol dengan memberangkatkan ratusan marbot atau penjaga masjid untuk melaksanakan ibadah umrah secara gratis.
Mengawali program ini, sebanyak 211 marbot masjid telah berangkat menuju tanah suci Makkah pada Selasa, 26 Agustus 2025. Mereka akan menjalani perjalanan ibadah selama 10 hari dengan rangkaian kegiatan di Thaif, Madinah, dan Makkah.
"Keberangkatan ini merupakan kloter perdana dari program umrah gratis yang akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun kedepan," ujar Wakil Gubernur atau Wagub Kaltim Seno Aji, Rabu 27 Agustu 2025.
Menurut dia, tahun ini, Pemprov Kaltim menyiapkan 4–5 kloter keberangkatan dengan total 880 marbot muslim. Dari total keseluruhan, kata Seno, jumlah marbot masjid yang sudah terdata di database Pemprov mencapai lebih dari 3.000 orang.
"Program umrah gratis dan perjalanan religi lintas agama ini merupakan salah satu prioritas pasangan Rudy-Seno sejak awal kampanye," terang dia.
Seno Aji menjelaskan, realisasi program ini diharapkan mampu memberikan manfaat spiritual sekaligus motivasi bagi para penjaga rumah ibadah yang selama ini mengabdikan diri tanpa pamrih.
"Artinya kami melaksanakan janji-janji kampanye kami, dan insyaallah ini di Kalimantan Timur total marbot masjid yang sudah kita data itu sekitar lebih dari 3.000 yang akan diberangkatkan secara bertahap sampai 5 tahun kedepan. Ini keberangkatan perdana, kemudian 1 minggu lagi akan diberangkatkan kloter ke-2, dan berikutnya ke-3 dan seterusnya," papar Seno Aji.
Pemerintah dan DPR menyepakati mengubah status Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menjadi Kementerian. Keberadaan Kementerian Haji dan Umrah rencananya akan disahkan DPR pada Sidang Paripurna, Selasa besok.
Tak Hanya bagi Umat Muslim
Menurut Seno Aji, program keberangkatan gratis ini tidak hanya ditujukan bagi umat muslim. Dia mengatakan, pemerintah juga menyiapkan kuota untuk 196 penjaga rumah ibadah non-muslim yang akan diberangkatkan mulai September 2025.
"Untuk yang non muslim juga termasuk kita berangkatkan ya, ada 196 orang yang kita berangkatkan bertahap. Yang pertama ini untuk muslim dulu lalu kemudian di bulan September baru yang non muslim. Termasuk ada yang Hindu meminta untuk diberangkatkan pada saat perayaan besar di Candi Borobudur, itu kita akomodir," tambahnya.
Sementara itu, Pemprov Kaltim mengusulkan beberapa travel resmi untuk mendampingi keberangkatan. Nantinya, masing-masing marbot diberikan kesempatan memilih travel sesuai preferensi mereka.
Bagi para marbot, kesempatan ini menjadi momen yang sangat berharga. Salah satunya diungkapkan oleh Hidayati, marbot Masjid Baitullah Munawwarah Kampung Muara Jawa, Kutai Barat.
"Saya mendoakan bapak gubernur semoga bisa membawa berkah untuk ke depannya. Saya bersyukur karena atas izin Allah melalui program ini akhirnya saya bisa sampai ke sana," ungkapnya haru.
Setelah kloter pertama marbot muslim diberangkatkan, Pemprov Kaltim juga akan memberangkatkan penjaga rumah ibadah dari berbagai agama lainnya, mulai September 2025 mendatang. Mereka meliputi penjaga gereja Katolik, Protestan, serta rumah ibadah Hindu, Buddha, dan Konghucu.