Sultan HB X di Depan Pendemo: Tidak Ada Kebiasaan Kekerasan Membangun Demokrasi

6 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Unjuk rasa di depan Mapolda DIY sejak Jumat (29/8/2025) tak kunjung mereda hingga dini hari. Suasana di lokasi masih tampak panas.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X coba berdialog. Menemui massa aksi di halaman Polda DIY pada Sabtu (30/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Sultan Temui Pendemo

Kehadirannya diiringi alunan gending 'Raja Manggala' yang diputar melalui pengeras suara. Gending ini biasanya dimainkan ketika Sultan 'miyos' atau berjalan keluar untuk menerima tamu kerajaan.

"Saya menghargai apa yang Anda semua lakukan. Apa yang Anda semua lakukan itu salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokratisasi di Yogyakarta. Saya pun sepakat dengan itu," kata Sultan di hadapan peserta aksi. Demikian dikutip dari Antara.

Demokratisasi di Yogyakarta Tanpa Kekerasan

Sultan berharap demokratisasi di Yogyakarta berlangsung tanpa kekerasan. Menurutnya, Yogyakarta tak memiliki tradisi penuntasan masalah lewat cara kekerasan.

"Saya berharap demokratisasi itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya pun juga. Apalagi Yogyakarta ini tidak ada kebiasaan terjadi kekerasan-kekerasan di dalam membangun demokrasi," ujarnya.

Berduka Tewasnya Affan Kurniawan

Dalam kesempatan itu, Sultan pun mengutarakan rasa duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, dalam peristiwa di Jakarta.

Sultan kemudian mengajak massa membubarkan diri untuk pulang dan beristirahat.

"Mari kita sama-sama pulang dan tidur. Kita semua sudah capek. Saya kira itu saja yang bisa saya sampaikan. Jadi nanti tindak lanjutnya nanti kita bisa didiskusikan," ucap Ngarsa Dalem sapaan Sultan HB X.

Massa Bakar Dua Mobil Depan Polda

Aksi demonstrasi di Mapolda DIY berlangsung sejak Jumat (29/8) sore. Situasi memanas sekitar pukul 18.00 WIB setelah massa membakar dua mobil yang terparkir di halaman Mapolda.

Sejumlah fasilitas juga mengalami kerusakan, di antaranya gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), mesin ATM, layar videotron, serta pagar markas.

Selain itu, pos polisi di simpang empat Condongcatur yang berlokasi tidak jauh dari Mapolda turut dirusak massa.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |