Liputan6.com, Jakarta - Massa demonstran masih bertahan di depan markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY), Jumat (29/8/2025). Pantauan Liputan6.com, hingga pukul 20.00 WIB, massa belum membubarkan diri.
Asap gas air mata un masih memenuhi Polda DIY hingga pukul 22.56 WIB. Puluhan personel TNI dari Kodam Diponegoro pun dikerahkan ke lokasi, berjaga di sekitar Mapolda DIY.
Ditengah aksi massa, terdapat momen kendaraan bernomor polisi AB 10 HBX terpantau menembus kerumunan massa. Kendaraan itu biasanya dipakai Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sultan memasuki gedung Polda DIY didampingi Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad, Penjabat Sekda DIY Aria Nugrahadi, serta dua putrinya, GKR Hayu dan GKR Condrokorono.
Melansir Antara, sekitar pukul 22.40 WIB, mobil yang ditumpangi Sultan melintas di Jalan Ring Road arah barat menuju timur hingga masuk ke area Mapolda DIY. Kendaraan itu melaju perlahan di jalanan yang masih dipenuhi massa.
Petugas berupaya memukul mundur peserta aksi dengan beberapa kali tembakan gas air mata, namun mereka tetap bertahan di sekitar markas. Hingga pukul 23.00 WIB, aksi massa masih berlangsung.
Kemudian, Sri Sultan Hamengku Buwono X masuk ke ruangan Mapolda DIY dan memantau langsung keadaan di luar melalui CCTV.
Di ruangan itu ada pula Kapolda, Wakapolda, Dirlantas, hingga Sekda ikut memantau situasi secara langsung. Nampak pula dua putrinya, Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu yang terlahir sebagai Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita.
Asap gas air mata membubung tinggi hingga mencapai kawasan Fly Over Senen. Kondisi ini memicu kepanikan, ratusan pendemo berlarian ke arah Salemba untuk menyelamatkan diri.
Massa Masih Bertahan di Depan Polda DIY, Puluhan Personel TNI Dikerahkan
Sebelumnya, massa demonstran masih bertahan di depan markas Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (29/8). Pantauan Liputan6.com, hingga pukul 20.00 WIB, massa belum membubarkan diri.
Puluhan personel TNI dari Kodam Diponegoro dikerahkan ke lokasi, berjaga di sekitar Mapolda DIY.
Polisi menembakkan sedikitnya empat gas air mata untuk membuyarkan massa. Setiap tembakan, massa berpencar namun kemudian kembali merapat ke depan Mapolda DIY.
Hingga malam ini, massa tidak berkurang. Mereka masih bertahan sambil berteriak revolusi.
Sebelumnya diberitakan, kericuhan di Polda DIY juga menyebabkan dua mobil yang terparkir di halaman Polda terbakar.
Pantauan Liputan6.com di lokasi kejadian, massa juga merusak pagar di pintu timur dan pintu barat Polda. Selain itu, papan nama Polda DIY dirusak dan dicopot.
Meski Polda ditutup sejak pukul 16.00 WIB, massa masih bertahan di depan lobi Mapolda DIY. Mereka sempat diminta untuk menyampaikan aspirasi secara baik-baik. Namun demonstran yang tidak terkendali melempar batu ke arah sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT)
Situasi Polda DIY belum kondusif, Jumat (29/8) pukul 18.43 WIB. Aliran listrik dimatikan. Kondisi gelap gulita. Gedung lantai dasar yang berada di bagian timur terbakar.
Bangunan terbakar bersamaan dengan peristiwa massa membakar dua mobil. Saat insiden dua mobil terbakar, terdengar juga tiga kali suara ledakan. Belum diketahui pasti sumber suara.
Informasi yang dihimpun, bangunan yang terbakar merupakan gedung humas. Saat ini satu unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Selain itu, massa juga merangsek ke arah barat dengan merusak bangunan sentra pelayananan kepolisian terpadu (SPKT).
Demo di Polda DIY Ricuh, Dua Mobil Terbakar dan Pagar Rusak
Demonstrasi di depan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berakhir ricuh, Jumat (29/08/2025) sekira pukul 18.13 WIB. Massa membakar dua mobil yang terparkir di halaman Polda.
Pantauan Liputan6.com di lokasi kejadian, massa juga merusak pagar di pintu timur dan pintu barat Polda. Selain itu, papan nama Polda DIY dirusak dan dicopot.
Meski Polda ditutup sejak pukul 16.00 WIB, massa masih bertahan di depan lobi Mapolda DIY. Mereka sempat diminta untuk menyampaikan aspirasi secara baik-baik. Namun demonstran yang tidak terkendali melempar batu ke arah sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT)
Imbas dari kerusuhan ini, lalu lintas arah Malioboro macet total.
Sebelumnya diberitakan, hasil kordinasi umum 'Jogja Memanggil' di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memastikan massa aksi akan bergerak ke Mapolda DIY.
Sksi yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum dan pengemudi ojol akan menyampaikan beberapa tuntutan yaitu bubarkan DPR RI, usut dan proses hukum polisi yang menewaskan pengemudi Affan Kurniawan.
Massa aksi juga menuntut pembatalan tunjangan perumahan bagi anggota DPR RI yang dinilai menyakiti hati nurani rakyat.
Sejak pukul 15.00 WIB, massa aksi terus berkumpul dan rapat kordinasi memutuskan pada pukul 17.00 WIB massa aksi akan menuju Mapolda DIY.
Tak hanya itu massa aksi juga memutuskan untuk mengadakan aksi massa yang lebih besar lagi pada Senin (1/9/2025) di Malioboro.
"Hari ini kita sepakat untuk massa aksi di Mapolda DIY menyuarakan tuntutan kita. Silahkan jika ada aksi pada Sabtu-Minggu, tapi kita juga persiapkan aksi yang lebih besar pada Senin depan," kata moderator aksi, Adi.
Tak hanya menjadikan DPR RI sebagai sasaran tembak. Massa aksi juga membawa tuntutan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dicopot karena tidak bisa membina anak buahnya, serta reformasi TNI/Polri.
Adi dalam orasinya juga menegaskan aksi Jogja Memanggil akan turut serta mengajak rekan-rekan dari kota lainnya mengandalkan aksi nasional bersama.
"Ini adalah momentum besar bagi kita untuk melakukan perubahan. Jangan sampai aksi ini digembosi sebelum Senin depan," tegasnya.