Jadi Sasaran Demonstran, Begini Kondisi Gedung DPRD Jabar Pagi Ini

5 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Demonstrasi yang berlangsung di Kota Bandung kemarin berakhir ricuh. Pagi ini, situasi di sekitar gedung DPRD dan Kantor Gubernur Jawa Barat (Jabar) gedung Sate Kota Bandung masih terlihat sisa-sisa kerusakan dan pembakaran.

Kondisi bangunan dan kendaraan masih belum dilakukan perbaikan maupun evakuasi per pukul 07.00 WIB, Sabtu (30/8/2025).

Berdasarkan pantauan di sepanjang Jalan Diponegoro, Trunojoyo, Ir. H. Djuanda Kota Bandung, terlihat bangunan yang memiliki jelaga api karena terbakar adalah Gedung DPRD Provinsi, Wisma MPR RI, rumah tinggal samping Bank Mandiri Taspen, Rumah Makan Sambara dan Kantor Bank ICBC serta videotron yang ada di depannya.

Tepat di depan pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Jabar, satu unit kerangka mobil dan kerangka besi yang diduga berasal dari papan reklame masih teronggok usai dibakar kemarin.

Sementara terlihat juga kaca jendela gedung yang pecah. Di seberang Gedung DPRD Jabar, tampak sisa bangunan Wisma MPR RI. Satu pos polisi lalu lintas di jalan itu turut dibakar.

Kondisi arus kendaraan yang melintas di kedua lokasi relatif lancar tanpa kendala. Terlihat orang lalu lalang, berolahraga, bersepeda dan ada juga yang mengambil foto sisa kerusuhan kemarin.

Tidak hanya gedung milik pemerintah, rumah tinggal yang berada beberapa ratus meter di samping Gedung DPRD Jabar juga mengalami kerusakan seperti jendela kaca yang pecah.

Bentrokan massa dan petugas yang berjaga pada kemarin juga berdampak kepada terbakarnya Rumah Makan Sambara di persimpangan Jalan Diponegoro dan Trunojoyo.

Ke arah Jalan Sulanjana, terlihat hiasan trotoar berupa batu bulat berserakan di tepi jalan dekat dengan bekas benda terbakar. Sama halnya di tengah jalanan. Sejumlah petugas kebersihan menggunakan rompi biru muda tengah membersihkan area tersebut.

Satu videotron dan bangunan Bank ICBC di Jalan Sulanjana mengalami kerusakan karena api. Bekas jelaga terlihat dari kedua unit tersebut.

Saat pantauan usai bentrokan kemarin, tidak tampak polisi lalu lintas yang pada hari normal bertugas mengatur arus kendaraan yang melintas.

Pendemo Lempar Batu dan Molotov

Sebelumnya, dalam demo kemarin massa yang tergabung dari pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung.

Para peserta aksi melakukan pelemparan berbagai benda ke arah gendung dan bahkan menyalakan petasan.

Terdengar beberapa kali suara letusan akibat petasan bahkan tembakan gas air mata dari pihak kepolisian yang berupaya mengamankan aksi unjuk rasa.

Aksi tersebut dipicu akibat peristiwa meninggalnya pengemudi ojol terlindas mobil Brimob di Jakarta saat terjadinya pembubaran massa unjuk rasa, Kamis (28/8/2025). Akibatnya, aksi solidaritas di beberapa daerah termasuk di Kota Bandung dilakukan oleh para pengemudi ojol.

Salah seorang perwakilan ojol, Hedi (50), mengatakan, aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat memang sengaja dilakukan sebagai solidaritas. Selain itu, massa dari mahasiswa pun ikut bergabung untuk melakukan aksi.

"Jadi aksi kali ini ojol (ojeg online) bersatu, bersuara, dengan teman-teman mahasiswa. Kami hanya ingin keadilan untuk kedepannya. Sehingga tuntutan kami kali ini hanya meminta keadilan," ucap Hedi.

Selain itu, menurut pantauan, terjadi pembakaran sebuah rumah yang terletak di depan Gedung DPRD Jawa Barat oleh massa aksi unjuk rasa. Rumah tersebut dibakar karena dianggap para peserta aksi menjadi tempat persembunyian sejumlah aparat kepolisian yang berada di tengah massa.

Batu-batu dilemparkan oleh massa aksi yang membuat kaca dan genting rumah tersebut pecah dan rusak. Tak berselang lama beberapa bom molotov yang dibuat oleh masa juga ikut dilemparkan ke rumah tersebut hingga area depan rumah mengalami kebakaran.

Aset MPR Dibakar

Rumah yang berada di depan gedung DPRD Jabar tersebut ternyata aset Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Bangunan itu dibakar massa.

Massa aksi awalnya melempari Gedung DPRD Jabar dengan batu, petasan, hingga bom molotov. Lemparan juga diarahkan ke sebuah rumah yang berada di seberang gedung dewan, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Bangunan yang pernah difungsikan sebagai rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat pada era Gubernur Nuriana itu kemudian terbakar setelah bagian depannya terkena lemparan molotov hingga api merembet ke dalam.

Kepala Biro Administrasi dan Pimpinan (Adpim) Pemprov Jabar, Akhmad Taufiqurrahman, membenarkan bahwa bangunan tersebut merupakan aset milik MPR RI.

“Itu aset bangunan MPR RI,” kata Akhmad saat dikonfirmasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |