Fakta-Fakta Demo Ricuh di Makassar hingga Telan Korban Jiwa

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta Demonstrasi yang terjadi di Kota Makassar kemarin berakhir ricuh, Jumat (29/08/2025). Massa tidak terkendali membuat situasi memanas. Banyak bangunan yang dibakar. Bahkan aksi turun ke jalan ini menelan korban jiwa.

Awalnya, mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar demonstrasi di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Dalam aksi itu mahasiswa menutup dua ruas jalan hingga kemacetan parah terjadi.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah dilindas mobil baracuda milik Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, massa membakar ban bekas dan mengadang sebuah mobil kontainer yang kemudian dijadikan sebagai panggung orasi.

Aksi semakin meluas. Massa pun semakin sulit teridentifikasi. Kericuhan pecah di sejumlah titik.

Berikut rangkuman Liputan6.com:

Pos Polisi Dibakar

Pos Polisi Lalu Lintas yang berada di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, dibakar oleh massa yang menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (29/8/2025).

Saksi mata, Uswatun Hasanah menjelaskan bahwa pembakaran itu dilakukan oleh sekelompok massa yang berjalan kaki dari arah kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Banyak awalnya itu dilempar batu. Baru tidak lama dibakar," kata Uswatun kepada Liputan6.com di lokasi kejadian.

Dia menjelaskan usai api menyala, ratusan orang itu kemudian kembali berjalan kaki menuju depan kampus UNM untuk kembali berkumpul dengan massa lainnya.

"Menyala api mereka jalan lagi ke arah sana (kampus UNM). Mereka semua pakai masker," terangnya.

Kantor DPRD Diserang, Kendaraan Dibakar

Kericuhan berlanjut di depan Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani. Pagar utama kantor perwakilan rakyat itu dirusak dan 6 motor dibakar.

"Enam motor itu dibakar, tidak tahu motor siapa, massa bawa keluar dari dalam (kantor DPRD Makassar)" kata salah seorang saksi mata, Basri kepada Liputan6.com.

Pantauan Liputan6.com, selain kendaraan roda dua, mobil yang terparkir di kantor DPRD Kota Makassar juga dibakar.

Massa merusak pintu masuk utama kantor DPRD Kota Makassar. Massa kemudian masuk dan kembali melakukan pembakaran di area parkir.

"Revolusi, revolusi," teriak massa.

Massa juga melakukan pelemparan ke dalam area kantor DPRD Kota Makassar. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan AP Pettarani sempat macet parah.

Kantor DPRD Kota Makassar Dibakar

Kericuhan terjadi di depan Kantor DPRD Kota Makassar. Berdasarkan pantuan Liputan6.com di lokasi, sekitar pukul 22.40 WITA kantor DPRD mulai terbakar. Hal ini terpicu setelah sebuah mobil disulut api. Sampai sekarang, masih terdengar suara ledakan di lokasi tersebut.

Selain itu, di ruas jalan AP Pettarani, situasinya macet parah. Banyak warga dan pengguna jalan merekam kejadian tersebut.

Massa pun yang berada di sana, sesekali memekikkan kata revolusi.

Mobil di Kejati Sulsel Dibakar

Tidak hanya kantor DPRD Kota Makassar kena imbas dalam kericuhan demo pada Jumat (29/8/2025) malam, kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan juga kena getahnya.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, sejumlah mobil yang terparkir di dalam area Kejati Sulsel dibakar massa. sekitar pukul 22.25 WITA, api tersebut terlihat mulai menjalar ke gedung.

"Masih menyala api. Damkar belum datang, mungkin sekitar 7 mobil," kata salah seorang saksi mata, Narmi di lokasi kejadian.

"Awalnya massa cuma tutup jalan di depan kampus UMI, tapi pas malam mulai rusuh," sambungnya.

Sementara itu, informasi yang diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, pihaknya sudah mengerahkan anggota, namun terhalang kepadatan lalu lintas.

Semakin Malam, Massa Bakar Kantor DPRD Sulsel

Tak hanya kantor DPRD Kota Makassar kena imbas dalam kericuhan demo pada Jumat (29/8/2025) malam, kini massa juga menyasar Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pantuan Liputan6.com di lokasi, sekitar pukul 00.35 WITA, massa awalnya membakar pos jaga dan kendaraan roda empat yang terparkir di depan kantor DPRD Sulsel.

Bahkan, berdasarkan keterangan saksi mata, massa berulang kali melempar bom molotov ke arah gedung utama Kantor DPRD Sulsel, yang diduga membuat api menyala sehingga membakar gedung tersebut.

"Dilempari bom molotov sambil teriak revolusi revolusi," kata salah seorang saksi mata.

1 Orang Meninggal Dunia

Kericuhan akibat demo terjadi di depan Kantor DPRD Kota Makassar semakin meluas. Imbasnya gedung DPRD Kota Makassar ikut terbakar.

Akibat kebakaran tersebut, satu orang meninggal dunia. Adapun korban merupakan Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful, di mana dia hadir untuk rapat paripurna menggantikan posisi Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi.

"Itu kasi wakili saya tadi," kata Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi saat dikonfirmasi, Jumat (29/8/2025).

Kepanikan terjadi saat massa tiba-tiba datang merusak dan membakar sejumlah kendaraan di halaman kantor DPRD Makassar. Disebut, korban terjebak kebakaran yang telah merembet ke gedung. Karena panik, korban melompat dari lantai empat.

"Terjebak api, makanya lompat turun," jelas Amanda.

Amanda menuturkan, korban sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah Korban Meninggal Bertambah

Korban akibat kerusuhan hingga pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar yang terjadi pada Jumat (29/8/2025) malam bertambah.

Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal mengatakan, jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang.

"Ada tiga orang," kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Adapun Dahyal menjelaskan, korban kebakaran pertama adalah Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful, di mana dia hadir untuk rapat paripurna menggantikan posisi Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi.

Kemudian, korban lainnya merupakan seorang anggota Satpol PP yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

"Satu (anggota) Satpol PP dan Kasi Kesra (Kecamatan) Ujung Tanah," ungkap Dahyal.

Sementara, satu korban lain ditemukan saat proses pemadapan api oleh personel dinas pemadam kebakaran, di mana mengevakuasi seorang wanita yang sudah dalam kondisi tak bernyawa.

"Satu mayat terjebak, perempuan atas nama Sarina, staf pendamping anggota dewan Andi Tendri Uji," ungkap Dahyal.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |