Demo Tewasnya Pengemudi Ojol Affan Kurniawan Berlangsung Rusuh di Malang Jatim

3 hours ago 3

Liputan6.com, Malang - Aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Malang Kota, Jawa timur (Jatim) pada Jumat malam (29/8/2025) berlangsung rusuh.

Massa demo atas kematian pengemudi ojek online (pengemudi ojol) Affan Kurniawan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, situasi hingga pukul Sabtu dini hari (30/8/2025) belum terkendali.

Massa aksi tiba di depan Mapolresta Malang Kota sejak sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka menuntut keadilan untuk pengemudi ojol Affan Kurniawan. Begitu tiba, mereka memblokade Jalan Jaksa Agung Suprapto, hingga macet total.

Awalnya, massa mereka membakar sejumlah water barrier atau pembatas jalan. Api berkobar di depan Mapolresta. Mereka juga mencoret-coret tembok dan merusak baliho raksasa milik kepolisian.

Panglima Divisi 2 Infanteri Kostrad, Mayjend Susilo dan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Hariono tampak berusaha menenangkan massa namun gagal. Negoisasi antara aparat keamanan dengan massa aksi pun buntu.

Sekitar pukul 21.38 WIB, massa menjebol pagar sisi utara Mapolresta. Aparat kepolisian sempat keluar hendak memukul massa, namun kembali bisa ditarik ke dalam markas.

Massa dari berbagai elemen melemparkan berbagai benda ke arah Mapolresta termasuk ke sebuah bus dinas kepolisian. Sejumlah kembang api turut ditembakkan ke arah dalam kantor polisi tersebut. Aksi bakar-bakar berbagai benda di depan gerbang kembali dilakukan sekitar pukul 22.30.

Sekitar pukul 22.58 WIB, personel Brimob bersama kendaraan water canon tiba di Mapolresta. Tidak lama kemudian, personel di dalam Mapolresta keluar dan pecah bentrokan antara kedua belah pihak.

Petugas berkali-kali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Beberapa peserta aksi tampak terluka kena pukul. Polisi mengejar sebagian massa yang lari berhamburan termasuk sembunyi di area RSUD Saiful Anwar Malang.

Personel TNI berjaga agar tak sampai terjadi kericuhan di dalam rumah sakit tersebut. Massa dipukul mundur ke dua arah yakni di pertigaan PLN Malang hingga ke Kayutangan dan pertigaan RSSA Malang terus ke arah Kaliurang.

Meski begitu, massa tampak masih terus melawan petugas. Hingga Sabtu, (30/8/2025) pukul 00.18 suasana belum sepenuhnya kondusif. Sejumlah massa aksi terlihat ditangkap petugas.

Beberapa jam sebelumnya pada Kamis sore, massa yang menguasai jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dipukul mundur polisi hingga radius 1 kilometer setelah sempat terlibat bentrokan.

Massa Demo Tewasnya Pengemudi Ojol Affan Kurniawan Rusak Fasilitas Umum di Gladag Solo

Sebelumnya, massa aksi solidaritas atas kematian pengemudi ojek online (pengemudi ojol) Affan Kurniawan di Solo, Jawa Tengah (Jateng) masih berlanjut hingga selepas pukul 19.30 WIB lebih.

Massa kini bergeser dari depan markas Brimob di Manahan ke kawasan Gladag Solo, Jumat 29 Agustus 2025.

Massa yang berkumpul di kawasan Gladag itu merusak fasilitas umum seperti menginjak-injak pot taman yang terdapat di Jenderal Sudirman, Solo hingga membakar water barrier atau pembatas jalan di kawasan terasbut.

Selain itu massa pendemo juga menyalakan kembang api yang dilempar ke petugas keamanan yang berjaga. Aksi tersebut dibalas dengan tembakan gas air mata ke arah massa.

Sementara itu di sebelah Gladag tepatnya di kawasan Nonongan, massa terlihat merusak rambu lampu merah yang terpasang di simpang empat. Mereka memukuli tiang lampu merah dengan bambu.

Massa yang berkumpul di kawasan Nonongan itu kemudian bergerak ke arah timur menuju bundaran Gladag untuk bergabung dengan peserta aksi lainnya.

Ricuh Demo di Semarang, Mobil di Belakang Kantor Sekda Jateng Dibakar Massa

Sebelumnya, massa yang melakukan aksi demo di sekitar kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, masih bertahan.

Berdasarkan pantuan Liputan6.com, Jumat (29/8/2025), hingga pukul 21.11WIB, massa terkonsentrasi disekitar Taman Mentri Soepeno. Tak hanya itu, bahkan ada yang membakar sejumlah kendaraan roda empat.

Terkait hal tersebut, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, mobil yang dibakar adalah yang terparkir di halaman belakang kantor Sekda Provinsi Jawa Tengah.

"Ini mobil milik pejabat DPRD atau PM, saya kurang memahami hal itu. Yang penting posisi saat ini mobil ini ada parkir di kantor Gubernur dan dirusak oleh massa," kata dia saat dikonfirmasi.

Artanto juga menjelaskan, aksi demo di wilayahnya tersebar di sejumlah titik di sekitar lingkungan Pemprov Jateng dan Kantor Polda Jateng.

"Ada beberapa titik lain yang menjadi titik (massa). Kita saat ini masih berfokus massa yang masih berkumpul mengarah ke Simpang Lima," imbuhnya.

"Saat ini ada 10. 10 sudah di lakukan pendataan pemeriksaan oleh Reserse Restabes Semarang dan saat ini sedang dilakukan pendataan dan pemeriksaan. Ada kurang lebih ada sekelompok massa mengarah ke Simpang Lima. Tadi masanya ada di belakang kantor gubernur bergerak kita dorong lagi ke arah Simpang Lima," sambung dia.

Artanto mengimbau agar masyarakat Kota Semarang untuk terus memantau dan menghindari lokasi di mana terjadi aksi demo.

"Dengan harapan kalau masyarakat monitoring, tidak melakukan aktivitas malam ini keluar rumah," ungkap dia.

Sementara di sisi lain, dia menyebut akibat aksi demo tersebut, ada tujuh orang terluka, di mana enamnya merupakan anggota kepolisan.

"Yang terluka ada tujuh, enam anggota, satu dari masyarakat. Yang dari masyarakat langsung kita bawa ke rumah sakit Rumani," kata dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |