Demo di Banyumas Memanas, Pendopo Pemkab hingga Fasilitas Umum Dirusak Massa

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta Aksi demonstrasi di depan Pendopo Si Panji, kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas memanas, Sabtu (30/08/2025) sore. Massa melakukan perusakan di area pendopo.

Aksi unjuk rasa yang melibatkan sejumlah kelompok massa itu dibubarkan paksa dengan tembakan gas air mata, karena sejak demonstrasi tersebut digelar sekitar pukul 14.00 WIB, salah satu kelompok massa yang didominasi anak-anak usia sekolah berulang kali melakukan perusakan.

Kelompok massa tersebut yang diketahui datang sebelum kedatangan massa mahasiswa, dan langsung melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas umum di sekitar Alun-Alun Purwokerto maupun pintu gerbang Pendopo Si Panji.

Mereka juga melemparkan batu, pot bunga, bambu umbul-mbul, dan sejumlah benda lainnya ke arah petugas Polresta Banyumas, Pos Satuan Polisi Pamong Praja, maupun sejumlah ruang perkantoran Setda Banyumas. Bahkan, massa juga melemparkan petasan dan botol berisi bahan bakar minyak ke arah petugas.

Saat massa mahasiswa tiba di lokasi unjuk rasa, aksi anarkis yang dilakukan kelompok massa anak-anak usia sekolah tersebut sempat terkendali.

Perwakilan salah satu kelompok mahasiswa, Doni Hermanto didampingi perwakilan dari beberapa kelompok mahasiswa lainnya menyampaikan pernyataan menolak dan mengutuk segala bentuk represivitas yang dilakukan aparat.

"Kedua, mendesak agar Kepala Kepolisian Republik Indonesia bertanggung jawab dengan mundur dari jabatannya. Tuntutan ketiga, kami meminta agar kasus-kasus represivitas aparat diusut secara transparan dan akuntabel," kata Koordinator Lapangan Cipayung Plus Banyumas Raya itu. Dikutip dari Antara.

Selain itu, pihaknya juga menolak sikap wakil rakyat yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat serta mendesak pemerintah dan DPR untuk melahirkan kebijakan maupun produk hukum yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Menurut Dondi, sikap tersebut merupakan bentuk kemarahan masyarakat Banyumas Raya atas kondisi bangsa saat ini.

"Bangkit melawan atau tunduk tertindas, karena diam adalah sebuah pengkhianatan," katanya menegaskan.

Akan tetapi setelah sempat terkendali, kelompok massa anak-anak usia sekolah kembali melakukan perbuatan anarkis, sehingga beberapa mahasiswa dan pria berjaket ojek daring berupa meredam aksi tersebut.

Mereka tidak hanya merusak dan mencorat-coret bangunan, juga merusak beberapa sepeda motor anggota Polresta Banyumas yang berada di area parkir Setda Banyumas.

Hingga akhirnya pihak Polresta Banyumas meminta beberapa perwakilan mahasiswa untuk bertemu dengan Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Ari Wibowo.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa meminta Kapolresta Banyumas memberikan pernyataan di depan massa serta meminta Polri membebaskan aktivis yang ditangkap di sejumlah daerah.

Kapolresta pun menyatakan turut prihatin atas kejadian di Jakarta dan berbela sungkawa atas meninggalnya seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan dalam insiden tersebut.

"Kita doakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia memastikan anggota Polri yang terlibat dalam insiden yang menewaskan Affan akan ditindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, dia mengimbau massa untuk tidak terprovokasi serta tidak melakukan perbuatan anarkis.

Akan tetapi saat Kapolresta menyampaikan pernyataan, kelompok massa yang berada di sebelah timur kembali melakukan aksi perusakan.

Oleh karena perbuatan anarkis tersebut makin tidak terkendali dan massa sulit untuk diajak negosiasi, sekitar pukul 17.00 WIB polisi menembakkan gas air mata ke arah massa, sehingga para pengunjuk rasa berlarian meninggalkan halaman Pendopo Si Panji.

Kendati demikian, sekelompok massa yang berada di tengah alun-alun mencoba memprovokasi petugas, sehingga polisi terus berupaya membubarkan mereka termasuk yang berada di sekitaran Jalan Jenderal Soedirman maupun Jalan Masjid.

Meskipun situasi di sekitaran Alun-Alun Purwokerto dapat dikendalikan, hingga pukul 19.00 WIB personel Polresta Banyumas dibantu Kodim 0701/Banyumas masih berjaga di tempat itu.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |