Liputan6.com, Jakarta - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan melakukan buyback atau pembelian kembali saham di BEI.
Nilai buyback saham yang akan dilakukan Perseroan maksimal 10% dari jumlah modal disetor dengan nilai Rp 1,45 triliun. Perseroan akan memakai kas internal termasuk biaya pembelian kembali saham, komisi pedagang perantara serta biaya lain berkaitan dengan buyback.
Perseroan menyatakan aksi buyback ini dilakukan seiring kondisi pasar yang masih berfluktuasi mendorong Perseroan untuk melanjutkan buyback sebelumnya pada 23 Maret 2025-23 Juni 2025 yang belum terealisasi.
Adapun pelaksanaan buyback dilakukan untuk mendukung stabilitas pasar modal, meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja saham Perseroan sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada Perseroan dalam mengelola modal. Hal ini untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Buyback hanya dapat dilakukan hingga tiga bulan setelah tanggal pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang rencana buyback yakni pada 24 Juni. Sedangkan penyelenggaran buyback dilakukan bertahap pada 25 Juni 2025-25 September 2025.
"Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasury untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun, sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023,” demikian seperti dikutip.
Harga Saham ULTJ
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk melakukan buyback saham sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh Perseroan terbuka (POJK 29/2023), peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan (POJK 13/2023).
Selain itu, Surat OJK Nomor S-17/D.4/2025 tanggal 18 Maret 2025 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan Perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 25 Juni 2025, harga saham ULTJ melonjak 3,46% ke posisi Rp 1.345 per saham. Harga saham ULTJ dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.305 per saham.
Saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.350 dan level terendah Rp 1.295 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.374 kali dengan volume perdagangan 207.640 saham. Nilai transaksi Rp 27,7 miliar.
Kinerja 2024
Sebelumnya, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membukukan kinerja keuangan bervariasi sepanjang 2024. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan, tetapi laba melemah tipis pada 2024.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (2/3/2025), PT Ultrajaya Milk Industri & Trading Company Tbk meraih penjualan Rp 8,87 triliun pada 2024. Penjualan naik 6,88 persen dari 2023 sebesar Rp 8,3 triliun.
Beban pokok penjualan tercatat Rp 5,85 triliun pada 2024, naik 4,29 persen dari periode 2023 sebesar Rp 5,6 triliun. Meski demikian, laba bruto ULTJ naik 12,2 persen menjadi Rp 3,02 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,69 triliun.
Perseroan mencatat beban penjualan naik menjadi Rp 1,34 triliun pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 982,83 miliar. Beban administrasi dan umum bertambah menjadi Rp 275,43 miliar pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 252,66 miliar. Perseroan mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp 20,52 miliar pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,09 miliar.
Laba dari usaha turun 1,68 persen menjadi Rp 1,44 triliun hingga 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,43 triliun. Seiring hal itu, Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,13 triliun, turun 2,7 persen pada 2024 dari 2023 sebesar Rp 1,16 triliun. Dengan demikian Perseroan membukukan laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 109 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 112.
Total ekuitas tercatat Rp 7,42 triliun pada 2024, naik 11,06 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,68 triliun. Liabilitas melonjak 25,5 persen menjadi Rp 1,03 triliun pada 2024 dari 2023 sebesar Rp 836,98 miliar. Aset Perseroan bertambah 12,4 persen menjadi Rp 8,46 triliun pada 2024 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,5 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,43 triliun pada 2024 dari 2023 sebesar Rp 2,17 triliun