Emiten Pengelola KFC Lepas 15% Saham di Jagonya Ayam kepada SFN

1 month ago 38

Liputan6.com, Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengelola restoran cepat saji KFC mengumumkan penjualan saham milik Perseroan di PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN). Nilai transaksi penjualan saham itu sebesar Rp 54,44 miliar dengan jumlah saham yang dilepas sebesar 41.877 saham atau setara 15% dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh JAI.

Transaksi tersebut telah berlaku efektif pada 30 Juni 2025. Fast Food Indonesia menjual sahamnya di Jagonya Ayam Indonesia kepada SFN seiring memperkuat struktur pendanaan dalam tahap pembangunan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI ke depan. Selain itu, dengan struktur kepemilikan yang baru, Perseroan berharap fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan. Demikian mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (4/7/2025).

“Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi dan kelancaran operasional Perseroan,” demikian seperti dikutip.

SFN bergerak di bidang perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan dengan KBLI 46322 yang mencakup usaha perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan termasuk daging ayam yang diawetkan.

Pemegang saham SFN antara lain Putra Rizky Bustaman sebesar 45%, Liana Saputri sebesar 45%, dan Bani Adityasuny Ismiarso sebesar 10%.

Adapun JAI sedang dalam proses membangun peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 meter persegi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan kajian yang telah dilaksanakan, JAI dapat memproduksi sebanyak 42.000 ton daging ayam per hari atau sekitar 76 juta ton dalam 5 tahun. Dengan begitu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya 35% untuk restoran milik Perseroan dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Manfaat Transaksi

Perseroan juga menyampaikan manfaat yang akan diperoleh setelah pengalihan saham JAI tersebut, antara lain:

a. Perseroan tetap mempertahankan sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham sebesar 55%  di JAI yang karenanya masih menempatkan Perseroan sebagai pemegang saham pengendali pada JAI.

b. Dengan tetap mempertahankan kepemilikan saham mayoritas, maka Perseroan dapat memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging ayam dari JAI.

Selain itu, meningkatkan profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha perkebunan, pabrik pakan, penetasan ayam, pembesaran ayam, rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam.

Adapun dengan pelaksanaan transaksi, dapat membuka ruang bagi pelibatan pihak lain dalam memperluas daya saing, kegiatan operasional ataupun kemampuan finansial JAI.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 3 Juli 2025, harga saham FAST naik 0,72% ke posisi Rp 278 per saham. Harga saham FAST dibuka naik ke posisi Rp 284 per saham dari sebelumnya Rp 276 per saham. Saham FAST berada di level tertinggi Rp 286 dan level terendah Rp 274 per saham. Total frekuensi perdagangan 242 kali dengan volume perdagangan 10.074 saham. Nilai transaksi Rp 281,9 juta.

Penutupan IHSG pada 3 Juli 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Kamis (3/7/2025). Koreksi IHSG terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 10 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah tipis 0,05% ke posisi 6.878,05. Indeks LQ45 turun 0,08% ke posisi 765,58. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.922,73 dan level terendah 6.877,43. Sebanyak 239 saham melemah sehingga bebani IHSG. 324 saham menguat dan 230 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.036.540 kali dengan volume perdagangan 18,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.183.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham consumer nonsiklikal. Sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 1,34%, dan catat penguatan terbesar. Diikuti sektor saham transportasi mendaki 1,26% dan sektor saham basic menanjak 1,17%. Sementara itu, sektor saham energi menguat 0,25%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,01%, sektor saham kesehatan menanjak 0,56%, sektor saham properti naik 0,25% dan sektor saham infrastruktur melesat 0,03%.

Di sisi lain, sektor saham keuangan turun 0,31%, sektor saham teknologi terpangkas 0,16% dan sektor saham industri susut 0,07%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |