Terungkap Penyebab Gempa Susulan di Bekasi Akibat Sesar Sepanjang 100 Km Melepaskan Energi

1 week ago 23

Liputan6.com, Jakarta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menyebutkan rentetan gempa susulan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dari Rabu malam (20/8/2025) sampai Kamis pagi (21/8/2025) akibat pelepasan energi Sesar Baribis.

Sesar Baribis ini membentang dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka dengan panjang sekitar 100 kilometer.

Sesar ini tercatat melepaskan energinya dalam bentuk gempa bumi berkekuatan M 7,0 di Bogor tahun 1834 dan gempa bumi M 5.8 di Karawang tahun 1862.

"Gempa susulan cukup banyak karena sesar tersebut sudah lama tidak rilis energi. Sehingga sekarang sedang dilepas. Tidak apa-apa, gempa susulan pasti lebih kecil dari gempa utama," ujar Koordinator Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Supartoyo saat dihubungi Liputan6, Kamis (21/8/2025).

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,9 skala mengguncang Bekasi dan sekitarnya Rabu malam. Gempa diikuti sejumlah gempa susulan yang menimbulkan kerusakan di beberapa titik.

Pusat Gempa

Lokasi pusat gempa bumi berada di darat dengan kondisi (morfologi) wilayah terdekat didominasi oleh dataran, berombak, bergelombang, hingga pegunungan.

Kondisi batuan (litologi) penyusun wilayah ini terdiri atas batuan sedimen berumur Tersier, batuan gunungapi berumur Kuarter, serta endapan aluvium berumur Resen. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.

"Secara umum, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya," ungkap Supartoyo.

Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C (Tanah Sangat Padat dan Batuan Lunak), kelas tanah D (Tanah Sedang), dan kelas tanah E (Tanah Lunak).

Supartoyo menjelaskan keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.

Tentang Sesar Baribis

Sesar Baribis atau Patahan Baribis adalah Sesar aktif yang membentang dari timur hingga barat pulau Jawa. Sesar Baribis merupakan sesar terpanjang di Pulau Jawa.

Sesar ini melintasi selatan Indramayu, sisi barat Subang dan Purwakarta, Cirebon, Karawang, Cibatu (Bekasi), Depok, Jakarta hingga Tangerang dan Rangkasbitung. Keberadaan Sesar ini masih menjadi dugaan bahkan disebut-sebut sebagai ancaman besar bagi Jakarta.

Nama Baribis diambil dari nama Perbukitan Baribis di daerah Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat. Sesuai namanya, Sesar Baribis membentang dari Kabupaten Purwakarta sampai perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka dengan panjang sekitar 100 kilometer. Sesar ini membentang sepanjang 25 Km di Jakarta Selatan. 

Rentetan Gempa Susulan di Bekasi

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang menyebutkan gempa bumi kembali terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga hampir tengah malam, Rabu (20/08/2025).

Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto, pada pukul 22.39 WIB gempa bumi tektonik berkekuatan M3,9 di kedalaman 3 kilometer terjadi di daratan pada berjarak 15 kilometer Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa bumi susulan dari gempa utama M4,9 pada pukul 19.54 WIB tanggal 20 Agustus 2025 lalu," ujar Hartanto dalam keterangan resminya, Bandung, Kamis (21/08/2025).

Hartanto mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (west java back arc thrust).

Hingga laporan gempa bumi susulan dibuat, Hartanto menyebut hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak bencana alam tersebut.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau Hartanto.

Dampak Gempa Bekasi

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat, dirasakan di wilayah Karawang, Purwakarta dengan Skala Intensitas III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sementara getaran di Bekasi dengan Skala Intensitas II - III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran gempa bumi tersebut dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Hingga pukul 23.00 WIB, telah terjadi berkali-kali gempa susulan di wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru, berikut catatannya dihimpun dari situs resmi BBMKG II Tangerang :

1. Gempa M4.9 koordinat -6.48, 107.24 Pukul 19.54 WIB

2. Gempa M2.1 koordinat -6.48, 107.22 Pukul 20.16 WIB

3. Gempa M1.9 Koordinat -6.48, 107.21 Pukul 21.04 WIB

4. Gempa M2.3 Koordinat -6.48, 107.28 Pukul 21.47 WIB

5. Gempa M2.6 Koordinat -6.48, 107.26 Pukul 22.00 WIB

6. Gempa M3.8 Koordinat -6.50, 107.24 Pukul 22.39 WIB

7. Gempa M2.8, Koordinat -6.50, 107.24 Pukul 22.56 WIB

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |