Liputan6.com, Pati - Satpol PP Kabupaten Pati sempat bikin panas warga. Sebab, mereka menyita kardus air mineral yang dipakai warga dalam aksi donasi rencana demo Bupati Pati Sudewo.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda), Riyoso tak kalah bikin panas. Bahkan, dia nyaris baku hantam dengan warga yang tengah menggalang donasi untuk aksi demo 13 Agustus 2025.
Diketahui, Bupati Sudewo menantang demo warganya yang menolak kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Riyoso ingin membubarkan aksi galang donasi tersebut. Alhasil, kondisi semakin panas.
Dia beralasan, ingin mensterilkan kawasan Alun Alun Pati yang berdekatan dengan Kantor Bupati Pati. Rencananya bakal digunakan untuk rangkaian acara perayaan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati dan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Warga menolak. Riyoso pun naik pitam. Video aksi nyaris baku hantam ini viral di media sosial. Nama Riyoso pun menjadi trending topik.
Siapa sosok Riyoso?
Hartanya Rp 4 Miliar
Riyoso adalah adik kandung dari mantan Ketua DPRD Pati Sunarwi. Sang kakak sempat menjadi politisi PDIP. Lalu pindah ke Partai Hanura. Kakak Riyoso ini juga sempat mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Pati pada tahun 2011 lalu. Namun ambisi Sunarwi yang berpasangan dengan Tejo sebagai wakil bupati, kalah dengan pasangan Cabup Haryanto-Budiono pada putaran kedua.
Kini, Sunarwi diberikan mandat oleh Bupati Pati Sudewo sebagai Plt Ketua Badan Amil Zakat dan Shodaqoh (BAZNAS).
Harta kekayaan Riyoso pun terbilang cukup tinggi sebagai pejabat daerah. Saat ditelusuri melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah dilaporkan Riyoso pada 31 Desember 2024, jumlah keseluruhan harta kekayaannya mencapai Rp 4.560.967.387.
Nominal besaran harta tersebut dilaporkan saat Riyoso masih menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati, posisi yang diembannya sejak 2021 hingga 2025.
Riyoso dengan menyandang gelar Sarjana Sosial dan Magister Manajemen (M.M), dilantik menjadi Plt Sekda Pati pada Rabu (2/7/2025). Selain itu, ia juga merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.
Terseret Kasus Video Call Mesum
Nama Riyoso bukan kali pertama menjadi perbincangan hangat. Sebab pada April 2025 lalu, ia pernah tersandung skandal video call mesum. Yakni dengan seorang wanita tanpa busana yang rekamannya tersebar luas hingga membuat geger masyarakat.
Kala itu, Riyoso tidak membantah jika pria dalam video itu adalah dirinya. Justru ia mengaku menjadi korban tipu daya oleh wanita bernama Dewi yang tidak pernah ditemuinya. Bahkan dia tak mengenal wanita itu.
"Saat kejadian itu (Video Call), saya sedang berada di toilet untuk buang air besar (BAB). Kebiasaan saya kalau BAB selalu bawa HP," ujar Riyoso dalam klarifikasinya kepada media.
Riyoso menceritakan, perempuan tersebut meneleponya melalui panggilan video call. Dengan reflek cepat, ia mengangkatnya dan wanita itu Sudah dalam keadaan tanpa busana.
"Saya kaget melihat adegan itu, tapi hanya sekejap langsung saya matikan,” terang Riyoso.
Bahkan, Riyoso berani bersumpah bahwa ia tidak pernah mengenal wanita tersebut. Ia mengklaim apa yang dilakukan wanita tersebut ingin memeras dan memfitnahnya.
Riyoso mengakui, wanita tersebut memang kerap mengirimkan pesan WA. Tapi, dia yakin, kiriman pesan WA itu hanya untuk menggodanya.
"Pelaku memfitnah dengan cara kejam, sengaja mempermalukan saya dan keluarga saya, anak dan cucu saya kelak sampai tujuh turunan," terang Riyoso kala itu.
Reporter: Arief Pramono