Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 178 murid di tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, keracunan. Tiga sekolah itu yakni SMP Pamungkas, SMP Muhammadiyah 1 Mlati, dan SMP Muhammadiyah III Mlati.
Peristiwa itu terjadi seusai ratusan pelajar menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Semuanya langsung dibawa ke Puskesmas Mlati I dan II serta RSUD Sleman. Beruntung tidak ada yang rawat inap.
"178 siswa mengalami gejala keracunan pangan dan ke semuanya telah mendapatkan perawatan jalan hingga sore ini. Tidak ada yang menginap,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati.
Keracunan Menu Rawon MBG
Yulianti menjelaskan, di SMP Muhammadiyah ada 58 murid mengalami gejala keracunan dan 15 siswa di antaranya menjalani rawat jalan di Puskesmas Mlati I.
Sedangkan di SMP Muhammadiyah III Mlati ada 90 murid mengalami keracunan dan SMP Pamungkas ada 30 murid mengalami gejala yang sama.
“Dugaan sementara, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu rawon MBG pada Selasa kemarin,” paparnya.
Selain melakukan penanganan, Dinkes Sleman juga mengedarkan google form ke tiga sekolah itu untuk pendataan. Tak hanya itu, sampel sisa makanan, spesimen feses, dan muntahan sejumlah murid telah diperiksa di laboratorium.
Murid-Murid Mendadak Mual, Diare dan Pusing
Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman, Dedi Aprianto, mengatakan siswa yang mendatangi UPT Puskesmas dalam keadaan lemas.
“Gejalanya sama, diare, mual, pusing-pusing. Tapi ini sebagian sudah pulang juga,” kata Dedi ditemui di UPT Puskesmas Mlati II.
Dua insiden keracunan itu setelah mengonsumi menu di hari berbeda. Keracunan di dua SMP Muhammadiyah, usai siswa mengonsumsi MBG dengan menu rawon pada Selasa kemarin dan baru merasakan gejala keracunan hari ini.
Sedangkan di SMP Pamungkas, siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG hari ini.
"Dari pemeriksaan tadi mereka mengalami sakit perut, mual dan panas. Mereka mendapatkan perawatan anamnesis," ujarnya.
Dinkes menyebut, pengampu MBG untuk sekolah mereka adalah Kodim Sleman.
Ratusan Siswa dan Guru di Sragen Keracunan MBG
Sebelumnya, korban dugaan keracunan massal usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sragen, Jawa Tengah, terus bertambah. Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebutkan, data terbaru menunjukkan jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 251 orang. Mereka terdiri dari siswa, guru, dan orang tua murid yang ikut menyantap hidangan tersebut.
"Distribusi MBG sekolah yang ditemukan kasus keracunan dihentikan sementara," kata Sigit, Rabu (13/8/2025).
Langkah penghentian ini diambil setelah laporan keracunan diterima dari sejumlah sekolah di wilayah Gemolong. Pemerintah Kabupaten langsung menginstruksikan penghentian distribusi makanan MBG untuk menghindari risiko tambahan.
Tak hanya itu, Sigit bersama jajaran Forkopimda turun ke lapangan untuk mengecek lokasi kejadian. Mereka juga mendatangi dapur milik Dapur SPPG Mitra Mandiri, yang memproduksi makanan MBG bagi sekolah-sekolah tersebut.