Liputan6.com, Jakarta - Anak wisatawan domestik dan mancanegara beramai-ramai antre untuk mengikuti berbagai lomba memperingati HUT Ke-80 RI sambil menunggu waktu penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Tadi kedua anak saya ikut lomba lari kelereng, kebetulan lagi nunggu keberangkatan di gate satu kami ditawari dan anak-anak mau,” kata salah satu penumpang, Nuraimah, di Kabupaten Badung dilansir Antara, Minggu (17/8/2025).
Wisatawan domestik asal Makassar, Sulawesi Selatan itu mengatakan lomba 17-an di bandara mampu menggantikan kesempatan anaknya yang tadinya ingin mengikuti lomba di lingkungan rumah, namun terhalang perjalanan wisata.
“Biasanya mereka sering lomba di kantor saya atau di kompleks rumah, ini pertama kali di bandara, iya untungnya di rumah tidak ikut, dapatnya di bandara,” ujarnya.
Putranya yang bernama Omar Zaintuka mengaku senang, karena berhasil paling cepat membawa lari kelereng yang diletakkan di atas sendok sambil digigit.
Anak berusia 8 tahun itu mengaku senang juga lantaran ini pertama kali ia berlomba melawan wisatawan-wisatawan mancanegara dan keluar sebagai pemenang.
“Ini pertama kali lomba di bandara, senang seru ada bule, kita masukkan kelereng ke dalam botol dan menang dapat hadiah,” kata Omar.
Kemeriahan Hari Kemerdekaan
Penumpang lainnya yang hendak melakukan perjalanan ke Toraja bernama Hardi juga merasa momen HUT Ke-80 RI ini terasa spesial, karena di bandara tempat berlalu lintasnya WNA, masyarakat Indonesia menunjukkan kemeriahan hari kemerdekaan.
“Perayaan seperti ini bagus untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia, juga karena di sini banyak warga negara asing, perayaan ini bisa menjadi etalase nasionalisme Indonesia di mata dunia,” ujar Hardi yang mendampingi anaknya mengikuti lomba.
Tebar Semangat Kemerdekaan
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab menyampaikan rangkaian HUT Ke-80 RI digelar di bandara untuk turut memeriahkan dan menebar semangat kemerdekaan ke penumpang.
“Ini supaya kita ikut merayakan kemerdekaan, menumbuhkan semangat bagi seluruh masyarakat Indonesia, tapi lihat ada WNA ikut antusiasnya luar biasa, mereka bahkan tertawa gembira,” kata Ahmad Syaugi.
Adapun lomba 17 Agustus yang digelar ditujukan bagi penumpang anak-anak dan dewasa, seperti lomba lari kelereng, lomba lari memindahkan bendera merah putih, dan lomba lari sambil membawa bola di kaki.
“Jadi rangkaian kegiatan 17-an cukup banyak, pertama apel jam 7 pagi, lalu di terminal menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan Teks Proklamasi, penampilan Tari Cenderawasih, lomba, membagikan suvenir, ada lomba tenan dengan kostum terbaik, dan Tari Kecak siang sampai sore,” ujarnya lagi.
Dalam menghadirkan nuansa hari kemerdekaan, sejak jauh-jauh hari pengelola bandara juga memasang ornamen-ornamen yang menunjukkan semangat kemerdekaan di terminal domestik maupun internasional.
“Kami ingin momentum HUT Ke-80 RI dapat dirasakan setiap orang yang berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kami juga berharap semangat kemerdekaan, rasa cinta, dan kebanggaan terhadap Indonesia semakin tumbuh di hati masyarakat, sekaligus memperkenalkan makna kebangsaan kepada wisatawan mancanegara,” kata Ahmad Syaugi.