Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berkolaborasi dengan PT Itama Ranoraya untuk pengembangan pelayanan Hemodialisis atau cuci darah. Langkah ini diambil setelah adanya peningkatan pasien cuci darah yang datang ke rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Direktur RSUD Bayu Asih, dr Tri Muhammad Hani menjelaskan, dalam kolaborasi tersebut skema yang dibangun adalah dengan kerja sama operasional. Pihak rumah sakit menyiapkan lahan, sementara PT Itama Ranoraya membangun fasilitasnya, termasuk alat medis yang diperlukan dalam layanan cuci darah.
"Pagi tadi, kami telah melakukan penandatanganan kerjasama. Kedepan, layanan untuk pasien cuci darah akan lebih banyak dan lengkap," ujar pria yang karib disapa Hani itu kepada awak media, Rabu (20/8/2025).
Kerjasama Dilakukan untuk Tingkatkan Pelayanan
Di tahap awal, PT Itama Ranoraya akan membangun terlebih dahulu gedung untuk fasilitas cuci darah ini. Kemudian, melengkapi alat kesehatannya terutama mesin Hemodialisis. Dengan dibangunnya fasilitas tersebut, diharapkan pelayanan untuk pasien-pasien cuci darah di Bayu Asih bisa lebih maksimal lagi.
Terlebih lagi, saat ini pasien yang harus menjalani cuci darah juga terus mengalami peningkatan. Bukan hanya mereka yang berusia lanjut, saat ini pasiennya juga banyak dari kalangan anak muda.
"Kalau dulu kan yang harus cuci darah itu karena gagal ginjal. Biasanya, itu diderita usia-usia yang sudah tua. Tapi lima tahun terakhir, itu sudah mengarahnya ke arah usia-usia yang masih muda. Bahkan ada yang baru 27 tahun, 25 tahun itu sudah harus dilakukan cuci darah," jelas Hani.
Untuk itu, menurut Hani, kerjasama ini menjadi salah satu ikhtiar jajarannya untuk mengatasi dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan dan pelayanan cuci darah di RSUD Bayu Asih. "Yang baru kita miliki itu ada 20 alat. Dengan kerjasama ini, kita tambah 10 layanan lagi, sehingga kedepan di Bayu Asih ada 30 unit fasilitas untuk cuci darah," tambah dia.
Hani menambahkan, untuk penambahan pelayanan cuci darah ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama saat ini baru akan disediakan 8 sampai 10 unit. Kemudian seiring dengan kebutuhan layanan Hemodialisis jumlahnya akan ditambah kembali.