Resmi Turun, Ini Harga Terbaru Pertamax dan Dexlite di Bengkulu

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta Kabar gembira bagi masyarakat Bengkulu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengenai penyesuaian Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi mengalami penurunan, Rabu (20/8).

Keputusan ini disambut penuh suka cita oleh berbagai kalangan, khususnya para pengelola Pertashop yang tergabung dalam Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI).

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu bentuk bantuan kepada rakyat yang saat ini dalam kondisi kesulitan. Sebab setiap hari masyarakat membutuhkan BBM dalam beraktivitas.

"Kebijakan ini bentuk kami menunaikan janji meringankan beban rakyat," ungkap Helmi di Bengkulu, Rabu (20/8)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPMPI, Steven, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas langkah pemerintah daerah yang dinilai berpihak kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, kami menyambut dengan penuh rasa syukur penurunan harga BBM ini. Hal ini menjadi bukti nyata kepedulian Gubernur Bengkulu terhadap beban masyarakat, khususnya di tengah tekanan ekonomi global yang masih terasa hingga kini,” ujar Steven saat dihubungi Liputan6.com.

Berdasarkan SK tersebut, mulai 20 Agustus 2025 pukul 00.00 WIB, harga beberapa jenis BBM nonsubsidi turun Rp300 per liter. Rinciannya adalah:

Pertamax dari Rp12.800 menjadi Rp12.500 per liter.

Pertamax Turbo dari Rp13.800 menjadi Rp13.500 per liter.

Dexlite dari Rp14.450 menjadi Rp14.150 per liter.

Dex dari Rp14.750 menjadi Rp14.450 per liter.

Pertamina merespons cepat keputusan ini dengan menginstruksikan seluruh pengelola SPBU dan Pertashop di Bengkulu untuk segera menyesuaikan harga pada dispenser dan totem.

Penyesuaian tersebut diharapkan dilakukan segera sebagai bentuk transparansi sekaligus tanggung jawab kepada konsumen.

Steven menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian PBBKB ini sangat bermanfaat karena mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kita berharap penyesuaian ini bisa memberi napas lega bagi masyarakat, meningkatkan daya beli, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi di Bengkulu,” ungkapnya.

Selain itu, penurunan harga BBM dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap sektor transportasi dan logistik yang menjadi tulang punggung distribusi barang dan jasa di wilayah Bengkulu. Dengan turunnya biaya operasional, harga kebutuhan pokok diharapkan lebih stabil, sehingga daya beli masyarakat juga semakin membaik.

HPMPI menambahkan bahwa keberhasilan kebijakan ini sebaiknya diimbangi dengan penetapan harga bahan pokok yang terjangkau, pengaturan tarif upah angkut yang wajar, serta pengawasan harga tiket pesawat agar masyarakat dapat merasakan manfaat ganda dari penurunan biaya energi. Stabilitas suplai barang dan BBM juga harus dijaga agar harga benar-benar terkendali di lapangan.

“Pengawasan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya di perkotaan, tetapi juga hingga pelosok desa. Dengan begitu, dampak positif penurunan harga BBM ini bisa benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Steven.

HPMPI bersama masyarakat pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas kebijakan pro rakyat tersebut.

“Kami berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Semoga langkah ini menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata,” ucap Steven.

Kabar penurunan harga BBM ini juga disambut antusias oleh masyarakat Bengkulu. Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya kebijakan tersebut.

Syarif, warga Kelurahan Kadang Mas, Kota Bengkulu, yang sehari-hari bekerja menggunakan sepeda motor, mengatakan bahwa penurunan harga ini walaupun tidak terlalu besar tetap memberi manfaat nyata.

“Mungkin memang turunnya tidak besar, tetapi tetap terasa manfaatnya bagi kami. Terkadang kalau mau isi BBM Pertalite antreannya panjang sekali, jadi saya lebih sering menggunakan Pertamax. Dulu harganya terasa berat di kantong, tapi dengan penurunan Rp300 ini cukup membantu kebutuhan harian,” ujarnya.

Dengan adanya penyesuaian harga ini, masyarakat berharap agar kebijakan serupa dapat terus dilakukan jika kondisi memungkinkan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |