Reservoir TKP Penemuan Mayat Jadi Cadangan Air ke Jantung Kota Semarang, PDAM Buka Suara

1 week ago 11

Liputan6.com, Jakarta Penemuan mayat di Reservoir Siranda, Semarang, membuat geger masyarakat. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang memastikan pasokan air bersih ke pelanggan tetap terjaga, dan tidak terpengaruh dengan penemuan mayat.

Direktur Utama PDAM Kota Semarang Yudi Indardo menjelaskan, bahwa Reservoir Siranda hanya bersifat cadangan dan sudah cukup lama tidak dipakai.

"Kondisi saat ini adalah reservoir itu tidak kami fungsikan. Memang sudah sejak Maret tidak kami fungsikan sebagai bagian dari fasilitas pendistribusian air bersih," kata Yudi. Dikutip dari Antara, Kamis (21/8).

Menurut dia, Reservoir Siranda hanya berfungsi sebagai cadangan atau sebagai back up jika terjadi kejadian luar biasa dalam sistem pendistribusian air bersih PDAM Kota Semarang.

Sesuai peta layanan, Reservoir Siranda sebelumnya mengaliri wilayah jatung Kota Semarang, meliputi Jalan Pahlawan, Simpang Lima, Ahmad Yani, Pandanaran, Atmodirono dan sekitarnya.

"Namun, kami ulang kembali, (Reservoir Siranda) hanya sebagai cadangan apabila ada 'trouble' aliran di Instalasi Pengolahan Air Tirta Gajah Mungkur (TGM)," lanjutnya.

Jadi, lanjut dia, pasokan utama untuk wilayah Jalan Pahlawan, Simpang Lima, Ahmad Yani, Pandanaran dan Atmodirono selama ini dari TGM.

"Bahkan, Reservoir Siranda dipakai 'back up' terakhir itu pada 5 Juli lalu, dan itu pun hanya dipakai selama delapan jam karena ada perbaikan besar di wilayah Semarang Barat. Waktu itu, kami pasang pipa meter besar," katanya.

Dikuras dan Disemprot Antidisinfektan

Untuk Reservoir Siranda, Yudi memastikan sudah langsung dikuras dan disemprot antidisinfektan menyusul temuan tersebut meski aliran air di jalur tersebut sudah tidak digunakan.

"Kami menjamin untuk distribusi air saat dan setelah kejadian tetap sesuai standar Permenkes Nomor 2/2023 terkait penetapan standar baku mutu air minum," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pelanggan PDAM Kota Semarang Ngargono mengimbau masyarakat yang menjadi pelanggan untuk tidak terpengaruh dengan informasi menyesatkan di media sosial.

"Kami paham psikologis masyarakat ya. Karena biasanya 'digebyah-uyah' (digeneralisasi). Padahal, Reservoir Siranda hanya untuk 'back up' dan sudah lama tidak dipakai," katanya.

Jadi, kata dia, masyarakat pelanggan PDAM tidak perlu khawatir dengan kualitas air bersih, apalagi sudah ada penjelasan lengkap dari pengelola.

PDAM Semarang Segera Pasang CCTV

PDAM Tirta Moedal segera memasang perangkat CCTV di seluruh fasilitas yang dimiliki, termasuk reservoir atau tempat penampungan air, baik yang difungsikan maupun tidak.

Yudi Indardo mengatakan, kejadian di Reservoir Siranda menjadi pembelajaran yang berharga.

Hal tersebut disampaikannya menyusul temuan mayat laki-laki yang mengapung di Reservoir Siranda yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya pelanggan PDAM Kota Semarang.

Ia menjelaskan bahwa selama ini Reservoir Siranda secara rutin memang dipantau oleh petugas, tetapi karena memang lama tidak dipakai sehingga pemeliharaan atau pengawasan hanya di bagian luar saja.

"Dari Reservoir Siranda ini jadi pembelajaran juga buat kita. Ternyata untuk fasilitas yang difungsikan atau tidak difungsikan harusnya tetap ada semacam CCTV," katanya.

Apalagi, kata dia, Reservoir Siranda merupakan salah satu bangunan bersejarah Kota Semarang yang berkaitan dengan meninggalnya pahlawan nasional Dokter Kariadi yang ditembak Belanda saat akan mengecek reservoir itu.

Kebetulan, kata Yudi, PDAM Kota Semarang memang telah menyiapkan pemasangan perangkat CCTV di beberapa fasilitas yang dimiliki dan membangun "operating control centre".

Penemuan Mayat

Sebelumnya, polisi menyelidiki temuan jasad di dalam tempat penampungan air atau reservoir Siranda yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Aris Munandar di Semarang, Sabtu (16/8), membenarkan temuan jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut.

"Masih didalami. Untuk jasad sudah dievakuasi untuk diautopsi," katanya.

Dia belum bisa menjelaskan lebih detil tentang kronologis tewasnya pria yang ditemukan di dalam reservoir tersebut.

Meski demikian, menurut dia, temuan jasad itu bermula dari laporan tentang adanya orang hilang.

Saat ditemukan, lanjut dia, jasad pria tidak dikenal di dalam tempat penampungan air itu masih menggunakan celana panjang dan sepatu.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |