Liputan6.com, Jakarta Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang menyebutkan gempa bumi kembali terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga hampir tengah malam, Rabu (20/08/2025).
Menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto, pada pukul 22.39 WIB gempa bumi tektonik berkekuatan M3,9 di kedalaman 3 kilometer terjadi di daratan pada berjarak 15 kilometer Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa bumi susulan dari gempa utama M4,9 pada pukul 19.54 WIB tanggal 20 Agustus 2025 lalu," ujar Hartanto dalam keterangan resminya, Bandung, Kamis (21/08/2025).
Hartanto mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat (west java back arc thrust).
Hingga laporan gempa bumi susulan dibuat, Hartanto menyebut hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak bencana alam tersebut.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbau Hartanto.
Dampak gempa bumi berdasarkan laporan dari masyarakat, dirasakan di wilayah Karawang, Purwakarta dengan Skala Intensitas III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Sementara getaran di Bekasi dengan Skala Intensitas II - III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran gempa bumi tersebut dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Hingga pukul 23.00 WIB telah terjadi berkali-kali gempa susulan di wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru, berikut catatannya dihimpun dari situs resmi BBMKG II Tangerang :
1. Gempa M4.9 koordinat -6.48, 107.24 Pukul 19.54 WIB
2. Gempa M2.1 koordinat -6.48, 107.22 Pukul 20.16 WIB
3. Gempa M1.9 Koordinat -6.48, 107.21 Pukul 21.04 WIB
4. Gempa M2.3 Koordinat -6.48, 107.28 Pukul 21.47 WIB
5. Gempa M2.6 Koordinat -6.48, 107.26 Pukul 22.00 WIB
6. Gempa M3.8 Koordinat -6.50, 107.24 Pukul 22.39 WIB
7. Gempa M2.8, Koordinat -6.50, 107.24 Pukul 22. 56 WIB
Antisipasi Gempa Bumi
Dilansir Liputan6, Jika Anda berada dalam situasi guncangan akibat gempa, berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi:
Sebelum Terjadi Gempa:
- Untuk memastikan keamanan tempat tinggal Anda, pastikan bahwa struktur dan letak rumah dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi ulang terhadap struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
- Penting untuk mengenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.
- Mempelajari manfaat P3K dan alat pemadam kebakaran.
- Pastikan selalu menyiapkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
- Atur perabotan di rumah Anda agar menempel kuat pada dinding. Hal itu disarankan agar benda tersebut tak mudah jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.
- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa terjadi
- Untuk barang yang mudah terbakar, sebaiknya disimpan pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
- Pastikan Anda selalu siap dengan alat-alat penting seperti Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.
Saat Terjadi Gempa:
- Ketika Anda merasakan gempa dan sedang berada dalam bangunan, lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan. Jika memungkinkan, lari ke luar gedung untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.
- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka, hindari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, dan pohon. Perhatikan juga tempat Anda berdiri, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
- Jika gempa terjadi ketika Anda sedang mengendarai mobil, segera keluar, turun dan menjauh dari mobil. Hindari juga kendaraan Anda jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
- Jika gempa terjadi ketika Anda berada di area pantai, jauhi pantai dan cari medan yang tinggi untuk menghindari bahaya tsunami.
- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
Setelah Terjadi Gempa:
- Jika gempa terjadi ketika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Tidak disarankan untuk keluar melalui tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau orang disekitar Anda.
- Setelah terjadi gempa, segera periksa lingkungan sekitar Anda. Pastikan tidak terjadi kebakaran. Selain itu, disarankan juga untuk memeriksa aliran dan pipa air, untuk menghindari hal-hal yang membahayakan.
- Hindari bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, guna menghindari bahaya susulan.
- Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio untuk mencari informasi apabila terjadi gempa susulan. Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak diketahui jelas sumbernya.
- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.