Rekomendasi Saham Hari Ini 14 Januari 2026: AADI, AMMN, MEDC, MLPL, hingga INDF

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Rabu, (14/1/2026). IHSG hari ini akan menguji 9.032-9.100. Lalu bagaimana dengan strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat 0,72% ke posisi 8.948 disertai dengan munculnya volume beli pada perdagangan saham Selasa, 13 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9.032-9.100.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.839,8.806 dan level resistance 8.996,9.034 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.760-9.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI menguat 4,20% ke 7.450 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu bergerak di atas MA200. “Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 7.275-7.425

Target Price: 7.575, 7.850

Stoploss: below 7.225

2.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Buy on Weakness

Saham AMMN menguat 2,21% ke 8.100 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi AMMN saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 7.300-7.900

Target Price: 8.475, 8.775

Stoploss: below 6.950

Rekomendasi Teknikal

3.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness

Saham MEDC terkoreksi 1,96% ke 1.500 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi MEDC saat ini berada di awal wave v dari wave (i) dari wave [iii],” kata dia.

Buy on Weakness: 1.430-1.490

Target Price: 1.605, 1.650

Stoploss: below 1.395

4.PT Multipolar Tbk (MLPL) - Buy on Weakness

Saham MLPL menguat 7,59% ke 156 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. “Kami perkirakan, posisi MLPL sedang berada di awal wave 3 dari wave (C),” ujar dia.

Buy on Weakness: 143-150

Target Price: 163, 177

Stoploss: below 139

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 13 Januari 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung pada sesi kedua perdagangan saham, Selasa (13/1/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham basic memimpin kenaikan dan transaksi harian saham mencapai Rp 33,5 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,72% ke posisi 8.948,30. Indeks saham LQ45 bertambah 1,42% ke posisi 878,96. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Adapun IHSG hari ini mencetak rekor tertinggi baru.

Associate Director of Research and Invesment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, sentimen eksternal dan internal menopang laju IHSG yang bervariasi.

Dari global, Nico menuturkan, pelaku pasar cenderung menantikan kondisi makroekonomi AS yakni laporan inflasi terbaru untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan the Federal Reserve (the Fed) selanjutnya. Pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga oleh The Fed pada tahun ini mulai Juni 2026.

"Meskipun kejutan positif dalam inflasi dapat membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan," ujar Nico dikutip dari Antara.

Sentimen IHSG Lainnya

Sebelumnya, laporan penggajian non-pertanian pada pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS berada di bawah perkiraan untuk Desember 2025, yang memperkuat prospek lebih lunak untuk kebijakan The Fed.

Dari kawasan Asia, Jepang melaporkan surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3.674,1 miliar Yen pada November 2025, dari sebelumnya 3.338,9 miliar Yen pada periode sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3.594 miliar Yen.

Dari dalam negeri, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan sejumlah kebijakan stimulus pada 2026, yang berfokus pada program magang, insentif PPh final UMKM, PPh DTP, PPN DTP perumahan, serta diskon iuran JKK/JKM.

Nico menuturkan, paket stimulus sebagai upaya pemerintah untuk menjaga daya konsumsi rumah tangga, sehingga akan menopang ketahanan ekonomi dalam negeri.

Di sisi lain, menurut dia, ada potensi tekanan pasar seiring aksi profit taking, serta sentimen lainnya yaitu rilis Citigroup yang memproyeksikan defisit fiskal Indonesia tahun 2026 akan melambat dari batas aman dan di proyeksikan mencapai 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan aturan fiskal Indonesia defisit sebesar 3 persen dari PDB.

"Tentunya ini akan berdampak pada perlambatan ekonomi secara keseluruhan," kata Nico.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.956,72 dan level terendah 8.841,01. Sebanyak 327 saham melemah sehingga bebani IHSG. Namun, 348 saham menguat dan 131 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.805.286 kali dengan volume perdagangan saham 62,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 33,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.859.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham basic menguat 2,67%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 2,12%, sektor saham properti melesat 1,77%. Selain itu, seltor saham consumer nonsiklikal menguat 0,75%, sektor saham kesehatan melambung 0,73%, sektor saham keuangan bertambah 0,33%. Lalu sektor saham infrastruktur mendaki 0,33%.

Di sisi lain, sektor saham consumer siklikal melemah 1,85%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi merosot 0,91%, sektor saham teknologi terpangkas 0,73%, dan sektor saham energi melemah 0,54%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |