IHSG Diprediksi Koreksi Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 3 Maret 2026

22 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa (3/3/2026). IHSG hari ini akan menguat ke 8.437-8.638. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG anjlok 2,66% ke 8.016 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 3 Maret 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave © dari wave [x] pada label hitam. “Sehingga koreksi IHSG diperkirakan cenderung terbatas untuk menguji 7.945-7.984 dan berpeluang kembali menguat ke 8.437-8.638,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan kembali bergerak di level support 7.970,7.861 dan level resistance 8.170,8.306 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Spec Buy

Saham HRTA menguat 0,31% ke 3.250 tetapi disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi HRTA kami perkirakan berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii],” ujar Herditya.

Spec Buy: 3.030-3.180

Target Price: 3.500, 3.660

Stoploss: below 2.940

2. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) - Buy on Weakness

Saham EXCL terkoreksi 6,62% ke 2.960 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun berada di bawah MA20. “Kami perkirakan, posisi EXCL saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” tutur dia.

Buy on Weakness: 2.870-2.910

Target Price: 3.250, 3.490

Stoploss: below 2.780

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Buy on Weakness

Saham PSAB menguat 5,45% ke 580 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian.

“Selama PSAB masih mampu berada di atas 525 sebagai stoplossnya, posisi PSAB saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (B) pada label hitam,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 545-565

Target Price: 600, 635

Stoploss: below 525

4.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Sell on Strength

Saham BMRI terkoreksi 3,79% ke 5.075 dan masih didominasi oleh tekanan jual, penutupannya masih mampu berada di atas MA20. Herditya menuturkan, saat ini, posisi BMRI diperkirakan sedang berada di awal wave [ii] dari wave 3. “Hal tersebut berarti, BMRI masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 4.720-4.880,” kata dia.

Sell on Strength: 5.175-5.225

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 2 Maret 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin sore. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu turun 218,65 poin atau 2,66 persen ke level 8.016,83. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga terkoreksi 21,87 poin atau 2,62 persen ke posisi 812,49.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan pelemahan IHSG dipicu meningkatnya tensi geopolitik global. “Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, memicu perang terbuka dan membuat investor global cenderung menghindari aset-aset yang berisiko," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026). 

Pelaku pasar memilih memindahkan dana ke aset safe haven seperti emas dan obligasi pemerintah. Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah turut memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi global yang dapat mendorong suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Meski demikian, saham-saham sektor energi dan tambang emas mencatat penguatan dan membantu menahan pelemahan IHSG agar tidak lebih dalam.

Inflasi Naik Surplus Perdagangan Menyusut

Dari sisi domestik, data ekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar. Inflasi Indonesia pada Februari 2026 tercatat naik 0,68 persen secara bulanan (mtm), berbalik dari deflasi 0,15 persen pada Januari 2026.

Kenaikan ini terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang kerap mengalami lonjakan harga menjelang Ramadan.

Secara tahunan, inflasi mencapai 4,76 persen (yoy), naik dari 3,55 persen pada Januari 2026. Angka ini menjadi level tertinggi sejak Maret 2023.

Selain itu, surplus neraca perdagangan menyusut menjadi 0,95 miliar dolar AS pada Januari 2026, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,49 miliar dolar AS. Penurunan ini terjadi karena impor melonjak 18,21 persen (yoy), sementara ekspor hanya tumbuh 3,39 persen (yoy).

Mayoritas Sektor Terkoreksi, Transaksi Capai Rp 29,83 Triliun

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor energi yang mencatat kenaikan sebesar 1,70 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumen non primer terkoreksi paling dalam hingga 7,41 persen, diikuti sektor industri minus 5,38 persen dan infrastruktur turun 4,34 persen.

Saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain OILS, ENRG, RUIS, APEX, dan ELSA. Sementara saham dengan pelemahan terdalam di antaranya TRUE, BUVA, BNBR, BELL, dan MINA.

Frekuensi perdagangan mencapai 3,65 juta kali transaksi dengan volume 56,60 miliar lembar saham senilai Rp 29,83 triliun. Sebanyak 108 saham menguat, 671 melemah, dan 41 stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga melemah. Nikkei turun 1,35 persen, Hang Seng merosot 2,14 persen, sementara Strait Times melemah 2,09 persen.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |