Bursa Asia Bergerak Beragam, Sinyal AS-Iran Bikin Investor Menahan Napas

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Asia-Pasifik bergerak campuran pada awal perdagangan Selasa ini. Investor bursa Asia mencermati perkembangan terbaru terkait negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Presiden AS, Donald Trump, bersama tim keamanan nasionalnya dilaporkan membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Tawaran tersebut disampaikan dengan syarat Amerika Serikat mencabut blokade dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pertemuan tersebut memang telah berlangsung.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini,” ujar Leavitt dalam konferensi pers, dikutip dari CNBC, Selasa (28/4/2026).

Namun demikian, belum jelas apakah Trump bersedia mempertimbangkan proposal tersebut. Sebelumnya, ia menegaskan bahwa pelonggaran sanksi hanya akan dilakukan jika kesepakatan telah “100% selesai.”

Bursa Asia Bergerak Variatif

Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham menunjukkan variasi.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,49% setelah mencatat rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks Topix justru naik 0,23%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,1%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,92%.

Pasar Australia juga melemah, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,58%.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.875, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.925,65.

Wall Street Cetak Rekor

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham menunjukkan penguatan tipis. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 0,12% atau sekitar 57 poin. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,14%, sementara Nasdaq 100 menguat 0,15%.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite berhasil mencetak rekor tertinggi baru. Namun, penguatannya terbatas akibat mandeknya pembicaraan damai Iran serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik.

Indeks S&P 500 naik 0,12% dan ditutup di level rekor 7.173,91. Sementara Nasdaq Composite menguat 0,20% ke posisi 24.887,10, juga mencatat rekor penutupan tertinggi.

Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average turun 62,92 poin atau 0,13% menjadi 49.167,79.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |