Komisaris Petrosea Tambah Kepemilikan 400 Ribu Saham PTRO

14 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan perubahan kepemilikan saham oleh salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan. Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Erwin Ciputra selaku Komisaris Petrosea telah melakukan transaksi pembelian saham PTRO.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/1/2026), Erwin Ciputra tercatat membeli sebanyak 400.000 saham PTRO melalui transaksi pembelian tidak langsung pada 26 Januari 2026. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp 9.138 per saham dan bertujuan untuk investasi.

Seiring dengan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Erwin Ciputra di PT Petrosea Tbk meningkat dari sebelumnya 10.654.000 saham atau setara 0,1056% hak suara menjadi 11.054.000 saham dengan porsi kepemilikan sebesar 0,1096% hak suara.

Manajemen menjelaskan transaksi ini tidak mengubah status pengendalian perseroan. Erwin Ciputra juga bukan merupakan pengendali PT Petrosea Tbk dan tidak memiliki rencana untuk mempertahankan maupun mengambil alih pengendalian perusahaan.

Laporan kepemilikan saham tersebut disampaikan untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.

Pada sesi kedua perdagangan saham Selasa, 27 Januari 2026, harga saham PTRO naik 0,90% ke posisi Rp 8.400 per saham. Harga saham PTRO dibuka naik 25 poin ke posisi Rp 8.350 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 8.975 dan level terendah Rp 8.350. Total frekuensi perdagangan 37.557 kali dengan volume perdagangan 700.773 saham. Nilai transaksi Rp 608,4 miliar.

Petrosea (PTRO) Percepat Pembangunan Jalan Tambang Kalteng

Sebelumnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) menyampaikan perkembangan terbaru terkait lini bisnis jasa pertambangan, khususnya pelaksanaan kontrak dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), anak usaha PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Proyek tersebut mulai berjalan sejak 13 Agustus 2024 dan berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/12/2025), Petrosea mencatat realisasi kegiatan pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden removal) telah melampaui 7,2 juta BCM.

Kontrak jasa pertambangan ini berlaku sepanjang usia tambang (life of mine) dengan estimasi nilai sekitar Rp 17,4 triliun. Ruang lingkup pekerjaan meliputi pengupasan overburden dengan perkiraan volume 234,9 juta BCM serta target produksi batubara sekitar 26,0 juta ton.

Perusahaan juga menyebutkan dukungannya terhadap proyek-proyek di dalam grup, termasuk anak usaha pertambangan milik SINI. Langkah ini sejalan dengan rencana PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk untuk mengakuisisi SINI.

Setelah akuisisi tersebut, Petrindo secara konsolidasi akan memiliki sejumlah konsesi tambang batu bara dengan total cadangan sekitar 378 juta ton, yang terdiri dari batubara termal dan metalurgi. 

Jalan Tambang yang Dikelola PT Lintas Kelola Bersama (LKB)

Selain itu, PT Lintas Kelola Bersama (LKB), entitas yang dimiliki 51% oleh Petrosea dan 49% oleh PT Pasir Bara Prima, saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan tambang (hauling road). LKB bertanggung jawab atas pengelolaan dan kepemilikan infrastruktur jalan tambang beserta fasilitas pendukungnya.

Jalan tambang yang dikelola LKB memiliki panjang sekitar 29,6 kilometer dan terbagi dalam enam segmen. Pekerjaan konstruksi jalan tersebut dilaksanakan oleh Petrosea sebagai bagian dari proyek terintegrasi.

“Pencapaian ini menunjukkan kapabilitas Petrosea dalam mengelola proyek jasa pertambangan yang terintegrasi dengan pengelolaan infrastruktur jalan tambang secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara prudent dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Presiden Direktur PTRO, Michael.

Petrosea merupakan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang jasa, termasuk pertambangan, EPC, EPCI lepas pantai, serta logistik untuk sektor pertambangan dan minyak dan gas, dengan kegiatan operasional di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |