Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Maret 2026: BMRI, BRPT, PSAB, TLKM hingga WIFI

17 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (12/3/2026). IHSG hari ini yang perlu dicermati di area 7.265-7.298. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 0,69% ke posisi 7.389 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya masih tertahan area resistance terdekatnya pada perdagangan saham Rabu, 11 Maret 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah.

“Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.265-7.298 sebagai area koreksi terdekat berikutnya, Adapun penguatan IHSG terdekat berikutnya berada pada rentang 7.573-7.701,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.226,7.071 dan level resistance 7.577,7.712 pada perdagangan Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 7.300-7.600.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Spec Buy

Saham BMRI terkoreksi 0,61% ke 4.880 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Selama masih berada di atas area support 4.780, posisi BMRI saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (b) dari wave [ii],” ujar Herditya.

Spec Buy: 4.820-4.860

Target Price: 5.000, 5.075

Stoploss: below 4.780

2.PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Buy on Weakness

Saham BRPT terkoreksi 2% ke 1.470 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BRPT sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” kata dia.

Buy on Weakness: 1.160-1.330

Target Price: 1.830, 2.120

Stoploss: below 1.080

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Spec Buy

Saham PSAB terkoreksi 2,57% ke 492 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, selama PSAB masih mampu berada di atas 466 sebagai stoplossnya, posisi PSAB saat ini berada di awal wave C dari wave (B).

Spec Buy: 476-490

Target Price: 535, 575

Stoploss: below 466

4.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness

Saham TLKM menguat 1,35% ke 3.000 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi TLKM saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (2),” kata dia.

Buy on Weakness: 2.790-2.900

Target Price: 3.120, 3.330

Stoploss: below 2.750

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 Maret 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026) sore ini. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi trading jangka pendek yang dilakukan investor menjelang libur panjang Lebaran 2026.

IHSG tercatat turun 51,51 poin atau 0,69 persen ke posisi 7.389,40. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi 7,69 poin atau 1,01 persen ke posisi 752,25.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar saham saat ini.

"Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan," ujar Ratna Lim dikutip dari Antara.

Selain faktor domestik, sentimen global juga memengaruhi pergerakan pasar saham. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor karena berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka menguat. Namun tekanan jual membuat indeks bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG masih bertahan di wilayah merah hingga akhirnya ditutup melemah pada akhir perdagangan.

Sentimen IHSG Lainnya

Selain sentimen domestik, pergerakan pasar saham juga dipengaruhi kondisi global. Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan Rabu sore tercatat bergerak variatif, seiring investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Pelaku pasar tengah menilai berbagai pernyataan yang saling bertentangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz.

Menteri Energi AS Chris Wright sempat mengklaim melalui media sosial bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah mengawal sebuah kapal tanker. Namun unggahan tersebut kemudian dihapus setelah Gedung Putih membantah adanya operasi tersebut.

Pada saat yang sama, Pentagon menyatakan Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan paling intens terhadap Iran dan akan terus berlanjut hingga Teheran dikalahkan.

Pernyataan tersebut dinilai bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Trump sebelumnya yang menyebut konflik tersebut berpotensi segera berakhir.

Situasi ini membuat pelaku pasar memilih bersikap lebih hati-hati karena ketidakpastian geopolitik berpotensi memicu fluktuasi harga komoditas energi serta pasar keuangan global.

Sektor Energi Pimpin Pelemahan IHSG

Dilihat dari kinerja sektoral, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan hasil yang beragam.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mencatatkan penguatan. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,06 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing naik 0,38 persen dan 0,30 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor mengalami koreksi. Sektor energi mencatat penurunan paling dalam sebesar 1,69 persen, disusul sektor barang baku yang turun 1,66 persen, serta sektor industri yang melemah 1,09 persen.

Sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain UANG, NTEV, DEFI, KUAS, dan PTMP. Sementara saham yang mengalami penurunan terdalam yaitu INPC, ICON, INDY, ENRG, dan AADI.

Aktivitas perdagangan saham juga terbilang cukup ramai. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1.849.112 kali dengan total 32,19 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp15,68 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 312 saham naik, 366 saham turun, dan 139 saham stagnan pada penutupan perdagangan hari ini.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |