Samuel Sekuritas Kini Genggam 13,57% Saham FILM

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Samuel Sekuritas Indonesia melepas saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) dalam dua kali transaksi. Kini, Samuel Sekuritas Indonesia mengenggam 13,57% saham FILM.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (21/6/2026),  transaksi pertama, PT Samuel Sekuritas Indonesia melepas 14.493.600 saham FILM dengan harga Rp 1.650 per saham. Transaksi dilakukan pada 15 Juni 2026.

“Tujuan transaksi pencairan repo, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi, Samuel Sekuritas memiliki 1,54 miliar saham FILM atau setara 14,19%. Sebelumnya, Samuel Sekuritas mengenggam 1,55 miliar saham FILM atau setara 14,32%.

Kedua, Samuel Sekuritas melepas 83.708.600 saham FILM dengan harga Rp 1.710 per saham pada 17 Juni 2026. Nilai transaksi mencapai Rp 143,14 miliar. “Tujuan transaksi penempatan dan pencairan dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi, Samuel Sekuritas Indonesia memiliki 13,57% saham FILM atau setara 1,47 miliar saham.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 19 Juni 2026, harga saham FILM turun 1,74% menjadi Rp 1.690 per saham. Harga saham FILM dibuka naik 15 poin menjadi Rp 1.735 per saham. Saham FILM berada di level tertinggi Rp 1.760 dan terendah Rp 1.685 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.088 kali dengan volume perdagangan saham 16.308 saham. Nilai transaksi Rp 2,8 miliar.

MD Entertainment (FILM) Kantongi Rp 200 Miliar Fasilitas Kredit dari BRI

Sebelumnya, PT MD Entertainment Tbk (FILM) mendapat kucuran fasilitas kredit sebesar Rp 200 miliar dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI.

Pemberian fasilitas kredit ini dituangkan lewat penandatanganan akta di hadapan notaris pada 21 November 2025 lalu.

Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Corporate Secretary YUPI Fadel Ramadhia mengatakan, perseroan mendapat kucuran dengan plafon sebesar Rp 200 miliar untuk jangka waktu 1 tahun.

"Perjanjian Kredit ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas finansial Perseroan dalam mendukung keberlangsungan serta pengembangan kegiatan usahanya," ujar dia dalam keterbukaan informasi perseroan, Rabu (26/11/2025).

Selain mengucurkan fasilitas kredit, BBRI juga sempat memberi sinyal kuat bakal kembali melakukan pembagian dividen interim pada Januari 2026 mendatang.

Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, pembagian dividen interim jadi hal yang lumrah dilakukan perseroan setiap tahunnya di bulan pertama.

"Biasanya dividen interim itu kita bagikan setiap bulan Januari, kemudian nanti final dividennya setelah kita melakukan RUPS tahunan. Hal itu mungkin juga akan kita lakukan di tahun 2026," kata Vivi dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan BBRI Triwulan III 2025 beberapa waktu lalu.

Rencana Buyback

Selain bagi-bagikan dividen interim, BRI juga siap melakukan aksi beli kembali saham (buyback), sebagai respons terhadap pergerakan harga saham BBRI yang berada di bawah nilai intrinsik.

Vivi melanjutkan, pihaknya telah memperoleh persetujuan untuk melakukan buyback dalam periode 12 bulan sejak rapat umum pemegang saham (RUPS) Tahunan per 24 Maret 2025.

Dari total anggaran Rp 3 triliun yang ada, BBRI masih memiliki Rp 2,5 triliun untuk melakukan buyback saham.

"Kami memperoleh budget kurang lebih sekitar Rp 3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki budget sekitar Rp 2,5 triliun yang tentunya dapat kami pakai, sesegera mungkin," ungkap dia.

Vivi tidak memungkiri, pergerakan saham BBRI saat ini memang tengah undervalued. Oleh karenanya, aksi buyback jadi salah satu opsi kuat yang dipertimbangkan pihak manajemen.

"Tentunya kami akan berkoordinasi dengan OJK terkait dengan keterbukaan informasi sebagaimana ketahuan yang berlaku," ujar dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |