Enam Pusat Kuliner di Semarang, Sajikan Menu Tradisional sampai Kekinian

20 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Datang dan tinggal di Kota Semarang, tidak sempurna tanpa menikmati kuliner malam yang dijajakan. Tawaran kelezatan menu tradisional maupun modern hingga paling estetik menjadi pengalaman tak terlupakan di kota Semarang.

Dimulai dari kawasan Kota Lama yang dikenal dengan sebutan Little Netherland Semarang, ada banyak beragam kuliner estetik yang menjadi magnet bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang.

Bukan hanya menawarkan keindahan dengan suasana elegant di antara bangunan peninggalan kolonial Belanda, kini Kota Lama Semarang bertransformasi menjadi pusat kuliner terbesar dan terlengkap. Tidak saja menu tradisional atau pun modern, trend western pun sudah merasuk kedalam kawasan ini.

Apalagi dengan hadirnya Bodjong Night Market, destinasi kuliner malam terbaru yang siap menjadi magnet wisata dan pusat aktivitas ekonomi kreatif di jantung ibu kota Jawa Tengah.

Perlu diketahui, Bodjong Night Market buka setiap malam mulai pukul 15.00 hingga 03.00 WIB, jelas semakin memberikan ruang bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati suasana malam yang hidup, aman, nyaman dan pilihan kuliner yang beragam.

dari 60 tenant pilihan, Bodjong Night Market menawarkan beragam jenis kuliner, mulai dari makanan tradisional khas Semarang yaitu Tahu Gimbal juga ada. Begitu pula selera Nusantara hingga sajian kekinian siap memberikan pengalaman kuliner yang lengkap dan menarik bagi para pengunjung.

"Ajaib ya, saya baru membuat konsepnya, tiba-tiba saya dapat undangan Bodjong Night Market. Jadi kita (Pemerintah Kota Semarang) punya program Waras Ekonomi, sebuah program untuk memberdayakan UMKM," kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Sabtu (18/4/2026).

Dia berharap melalui Bodjong Night Market akan banyak terjadi perputaran uang yang muaranya akan memberikan keuntungan bagi para pelaku UMKM.

"Kami berharap kehadiran pasar malam ini mampu memberikan ruang yang luas bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang," pungkas Agustina.

Kendati memanjakan wisatawan, namun pusat Kuliner di Semarang tidak saja terfokus di Kota Lama. Liputan6 merangkum enam pusat Kuliner di Semarang:

Simpang Lima

Simpang Lima Semarang menjadi ikon kota sejak zaman dulu. Ia menjadi pusat jajanan yang paling lengkap di Kota Semarang. Bedasa di jantung Semarang yang sibuk namun tetap nyaman untuk bersantai dengan keluarga. Dilintasi akses utama kota dan pusat pemerintahan menjadikan Simpang Lima menjadi pilihan banyak pelancong mencari pengisi perut siang maupun malam hari. Disini, menu yang ditawarkan dari pecel, nasi ayam, roti bakar, minuman hangat hingga menu ala resto.

Kawasan Veteran

Memanfaatkan bangunan asrama pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) pelaku usaha Kuliner modern banyak bangunan resto yang menawarkan menu kuliner modern.

Buka sejak pagi dan tutup jelang tengah malam membuat jalan Veteran digunakan untuk meeting tidak jauh dari pusat pemerintahan dan RS Dr Kariadi.

Pusat Kuliner Pleburan

Pusat Kuliner yang satu ini seakan tidak pernah tidur. Berada dari sepanjang jalan Pleburan dari depan kantor Gubernur hingga depan Pengadilan Militer, mau mencari menu kekinian, di sini lengkap.

Semua nama-nama jajanan unik, kreasi pedagang UMKM lengkap di sini. Sehingga hiruk pikuk anak muda selalu silih berganti berdatangan tidak pernah sepi.

Kuliner Batan Miroto

Jangan salah, dibelakang jantung ekonomi kota Semarang, lampu-lampu menyala terang di kawasan Batan Miroto, belakang gedung Balaikota Semarang. Nasi goreng, Ayam Geprek, dan Mie menjadi masakan rakyat ya g selalu diserbu antri oleh pekerja lokal dan masyarakat lokal Semarang. Perlu di catat varian menu di pusat Kuliner yang difasilitasi Pemkot ini lebih banyak saat siang hingga sore hari.

Kuliner Jalan Pemuda

Ke Semarang tak afdol jika tidak mencari jajanan khas yaitu Lunpia. Dan pilihan tepatnya adalah di kawasan Pemuda. Gang sempit namun cantik, sewangi aroma lunpia ada di sini siap tersaji atau menjadi buah tangan para wisatawan.

Pasar Semawis Kawasan Pecinan Gang Baru

Menikmati es conglik menjadi memori tersendiri mendatangi wisata kuliner di kawasan Pecinan Gang Baru. Mau yang hangat juga ada di sini seperti Wedang ronde, Wedang tahu dan Serabi, semua lengkap.

Hadirnya pusat kuliner di kota Semarang adalah bentuk dari program Waras Ekonomi serius membangun wisata kuliner. Dengan pendekatan menyeluruh, dimulai dari pendataan (sensus) terhadap sekitar 30 ribu UMKM di Kota Semarang. Pemkot Semarang melakukan klasifikasi untuk mengetahui kebutuhan riil pelaku usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi, hingga kapasitas produksi.

Hasil identifikasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kurasi oleh Dekranasda serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Pendampingan tidak selalu berbentuk bantuan finansial, tetapi juga berupa akses jejaring, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan strategi pemasaran.

“Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya. Itu yang kita lakukan,” tambah Agustina.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |