BEI Proses IPO 7 Perusahaan Sepanjang Januari 2026

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham terkait penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

“Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna ditulis Sabtu (17/1/2026).

Berikut klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

  • 1 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
  • 1 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar
  • 5 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)

Berikut rincian sektornya:

  • 1 perusahaan dari sektor basic materials
  • 1 perusahaan dari sektor energi
  • 2 perusahan dari sektor keuangan
  • 1 peruashaan dari sektor industri
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

Selain itu, BEI juga menerbitkan sembilan emisi dari tujuh penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana dihimpun Rp 5,85 triliun.

"Sampai dengan 15 Januari 2026 terdapat 10 emisi dari 5 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” tutur Nyoman.

Berikut rincian sektornya:

  • 3 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor industri
  • 1 perusahaan dari sektor infrastruktur

Selain itu, BEI juga telah memproses penerbitan rights issue dari tiga perusahaan tercatat dengan target dana yang dihimpun Rp 2,9 triliun hingga 15 Januari 2026.

Selain itu, ada satu perusahaan dari sektor properti dan real estate yang proses rights issue.

IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Sektor Saham Ini jadi Penopang

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan saham Kamis, (15/1/2026). Jelang libur panjang, IHSG hari ini menguat di tengah sektor saham industri pimpin koreksi dan sektor saham keuangan melesat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,47% ke posisi 9.075,40. IHSG hari ini kembali mencetak rekor tertinggi baru dari perdagangan kemarin yang ditutup 9.032,58.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG masih berada di fase uptrendnya dan secara teknikal dalam jangka pendek sudah mencapai target di 9.100.

"Penguatan IHSG ini juga terjadi di tengah pelemahan market global dan nilai tukar Rupiah terhadap USD,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Keuangan

Ia menambahkan, dari sektoral dapat dicermati sektor perbankan, khususnya kapitalisasi pasar besar, mendorong pergerakan IHSG disusul oleh sektor consumer cyclical.

“Secara teknikal, pergerakan IDX Finance masih berada di fase uptrendnya dan mampu menembus area MA20, pergerakannya pun masih didominasi oleh volume pembelian. Dari sisi sentimen kami perkirakan terdapat adanya katalis dari dividen, kemudian adanya ekpektasi valuasi emiten-emiten perbankan yang dianggap murah dengan kinerja yang masih terjaga dan bertumbuh,” ujar dia.

Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.100,82 dan level terendah 9.0040,99. Sebanyak 339 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 331 saham melemah sehingga bebani IHSG. 133 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 3.373.647 kali dengan volume perdagangan saham 50,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.880. Kapitalisasi pasar menyentuh Rp 16.511 triliun.

Sektor Saham

Sektor saham bervariasi pada perdagangan Kamis pekan ini. Sektor saham industri terpangkas 2,31% dan catat penurunan terbesar. Sektor saham transportasi melemah 0,97%, dan sektor saham basic melemah 0,76%.

Selain itu, sektor saham energi merosot 0,21%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,18%, sektor saham properti turun 0,43%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,20%, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,15%, sektor saham keuangan menanjak 1,14%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 0,58% dan sektor saham infrastruktur naik 0,13%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |