Friderica Widyasari jadi Ketua DK OJK, Begini Respons Bos Bareksa

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operation Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari menanggapi terpilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menilai, Friderica Widyasari Dewi  akan melanjutkan transformasi di pasar modal.

“Tentunya karena terkait dengan permintaan MSCI (transformasi-red), harapannya bagaimana yang diharapkan sejak menjadi Plt, bu Kiki (panggilan akrab Friderica Widyasari Dewi-red) akan melakukan reformasi di pasar saham. Bagaimana pun kami mendukung hal tersebut,” ujar Ni Putu, saat ditemui Rabu, 11 Maret 2026, ditulis Kamis (12/3/2026).

Ni Putu menambahkan, Friderica Widyasari Dewi juga telah memahami apa yang menjadi kendala di masyarakat terutama investor ritel. Hal ini mengingat sebelum menjadi Plt Ketua DK OJK, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus anggota Dewan Komisioner OJK.

“Bu kiki dari sisi edukasi sudah memahami apa yang terjadi kendala di masyarakat, termasuk investor ritel, sebetulnya ingin masuk dan sudah masuk. Saya cukup optimis bu kiki menjabat, arah transformasi yang sebelumnya OJK sudah canangkan, sudah bisa dijalankan baik,” kata dia.

Selain itu, Bareksa menyoroti pasar saham Indonesia yang menjadi perhatian seiring ada isu transparansi data kepemilikan saham, ketidakseimbangan penyebarluasan informasi atau asymmetric information bagi investor ritel dan pelaku dengan modal besar hingga praktik manipulasi pergerakan harga saham oleh segelintir pihak yang melakukan transaksi orang dalam atau insider trading.

Dukung Reformasi Pasar Modal Indonesia

Berkaitan hal itu, Bareksa mendukung reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan oleh regulator dan seluruh stakeholders hingga pelaku pasar.

“Bareksa mendukung langkah regulator pasar modal untuk membersihkan praktik yang tidak berpihak pada investor ritel, untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia di mata investor,” kata CEO/Co-Founder Bareksa Karaniya Dharmasaputra.

Teknologi digital dapat diberdayakan untuk meminimalkan praktik goreng saham terutama dalam penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Peningkatan jumlah investor pasar modal dalam 10 tahun terakhir menjadi contoh sukses keberhasailan pemanfaatan teknologi di area distribusi. “AI dapat dimanfaatkan dalam sistem pengawasan sehingga alert atas praktik manipulasi saham dapat lebih cepat diterima,” kata dia.

Selain itu, inovasi AI juga dapat membantu masyarakat Indonesia yang memiliki literasi akan produk pasar modal rendah, yakni hanya 17,78% berdasarkan survei OJK 2025 dibandingkan literasi perbankan yang mencapai 65% untuk dapat memilih produk pasar modal seperti saham yang sesuai dengan behavior dari investor dan diharapkan dapat mengurangi efek negatif dari pom-pom informasi yang menyesatkan.

Komisi XI DPR RI Tetapkan Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua DK OJK

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menetapkan sejumlah calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Rabu (11/3/2026).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI yang dilakukan setelah pengujian terhadap 10 calon anggota Dewan Komisioner OJK. Penetapan dilakukan melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat.

Berdasarkan dokumen hasil rapat, beberapa nama yang ditetapkan untuk mengisi posisi strategis di OJK antara lain:

1.    Friderica Widyasari Dewi sebagai Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

2.    Hernawan Bekti Sasongko sebagai Calon Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

3.    Hasan Fawzi sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

4.    Dicky Kartikoyono sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

5.    Adi Budiarso sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari proses seleksi pimpinan OJK untuk periode kepemimpinan berikutnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |