Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 30 April 2026

10 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang koreksi pada perdagangan saham Kamis, (30/4/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.983-7.009. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,41% ke 7.101 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan volume pembelian, Rabu, 29 April 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] pada label hitam atau alternatifnya berada pada bagian akhir dari wave [b] dari B pada label merah,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, koreksi IHSG akan cenderung terbatas menguji 6.983-7.009 dan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 7.188-7.270. Adapun IHSG akan bergerak di level support 7.022,6.917 dan level resistance 7.313,7.484.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 7.000-7.325.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) - Trading Buy

Saham ASRI menguat 0,73% ke 138 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, penguatan ASRI masih tertahan oleh MA60. “Kami memperkirakan, posisi ASRI saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 1 dari wave (C),” ujar Herditya.

Trading Buy: 134-137

Target Price: 153, 163

Stoploss: below 132

2.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Buy on Weakness

Saham BIPI menguat 2,44% ke 252 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatan BIPI masih tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi BIPI diperkirakan sedang berada di awal wave 2 dari wave A dari wave (C).

Buy on Weakness: 244-250

Target Price: 270, 290

Stoploss: below 234

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - Buy on Weakness

Saham HMSP menguat 4,73% ke 775 dan didominasi oleh volume pembelian, penguatan HMSP pun mampu ditutup di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi HMSP saat ini berada di awal wave [b] dari wave Y dari wave (B),” tutur dia.

Buy on Weakness: 750-770

Target Price: 820, 855

Stoploss: below 735

4.PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) - Buy on Weakness

Saham SUPA menguat 5,39% ke 880 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatan SUPA tertahan oleh MA60. “Kami memperkirakan, posisi SUPA sedang berada di awal wave (C),” ujar dia.

Buy on Weakness: 845-880

Target Price: 935, 965

Stoploss: below 825

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 29 April 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (29/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tembus 17.300 dan transaksi  harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,41% menjadi 7.101,22. Indeks saham LQ45 bertambah 0,27% menjadi 684,14. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Namun, investor asing melepas saham Rp 1,19 triliun berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG menguat terbatas karena aksi beli saat harga murah (bargain hunting) mengangkat sentimen, sementara kenaikan signifikan pada kontrak berjangka saham AS turut memberikan dukungan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan hari ini.

“Dari dalam negeri, di sisi lain, penguatan indeks tertahan oleh sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data domestik penting pada akhir pekan, termasuk inflasi periode April 2026 dan neraca perdagangan Maret 2026,” ujar dia dikutip dari Antara.

Dari global, bursa regional Asia bergerak variatif seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang kembali meningkat, menjelang rencana pertemuan bulan depan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

AS meningkatkan pengawasan terhadap hubungan China dengan Iran, dengan menjatuhkan sanksi pada sebuah kilang besar, serta memperingatkan bank-bank China tentang kemungkinan sanksi sekunder jika mereka terus memfasilitasi aktivitas yang terkait dengan Iran.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.126,06 dan level terendah 7.063,99. Sebanyak 379 saham menguat sehingga angkat IHSG. 282 saham melemah dan 154 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.454.212 kali dengan volume perdagangan saham 43 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.314.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham tertekan. Sektor saham basic melemah 1,08% dan sektor saham kesehatan turun 0,09%. Sementara itu, sektor saham industri melonjak 2,41%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur melambung 1,48% dan sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,45%.

Selain itu, sektor saham energi mendaki 0,45%, sektor saham consumer siklikal melesat 0,84%, sektor saham keuangan bertambah 1,04%. Di sisi lain, sektor saham properti mendaki 0,39%, sektor saham teknologi menanjak 0,82% dan sektor saham transportasi meroket 0,31%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |