Saham Hyundai Anjlok Gara-gara Donald Trump

19 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Saham Hyundai Motor melemah tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor terhadap sejumlah produk asal Korea Selatan. Trump menyebut tarif impor untuk mobil, produk farmasi, dan kayu akan dinaikkan dari 15% menjadi 25%.

Kebijakan tersebut diambil lantaran parlemen Korea Selatan dinilai terlambat menyetujui kesepakatan dagang antara Seoul dan Washington yang telah dicapai pada musim panas tahun lalu.

Pasca pengumuman itu, saham Hyundai Motor tercatat turun lebih dari 4%. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini merupakan importir kendaraan baru terbesar dari negara tersebut ke pasar Amerika Serikat.

Tak hanya Hyundai, saham anak usahanya, Kia, ikut terkoreksi hampir 3,5%. Sementara itu, saham Hyundai Mobis, yang masih terafiliasi, juga turun sekitar 5%, seperti dilaporkan Reuters.

“Legislatif Korea Selatan tidak menepati kesepakatannya dengan Amerika Serikat,” ujar Trump dalam unggahan di Truth Social dikutip dari CNBC, Selasa (27/1/2026).

Trump menjelaskan bahwa kesepakatan dagang tersebut telah dicapai bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada 30 Juli 2025 dan kembali ditegaskan saat kunjungannya ke Korea Selatan pada 29 Oktober 2025.

“Presiden Lee [Jae Myung] dan saya mencapai kesepakatan besar yang menguntungkan kedua negara pada 30 Juli 2025, dan kami menegaskan kembali ketentuan tersebut saat saya berada di Korea pada 29 Oktober 2025. Mengapa legislatif Korea belum menyetujuinya?” kata Trump.

Komentar Resmi Korea Selatan

Ia menegaskan, karena parlemen Korea Selatan belum mengesahkan perjanjian dagang tersebut, pemerintah AS memutuskan untuk menaikkan tarif impor.

“Karena legislatif Korea belum memberlakukan Perjanjian Perdagangan Bersejarah kami, yang memang menjadi hak mereka, saya dengan ini menaikkan TARIF Korea Selatan atas mobil, kayu, farmasi, dan seluruh tarif timbal balik lainnya, dari 15% menjadi 25%,” tulis Trump.

Hingga saat ini, Kedutaan Besar Korea Selatan di Washington, D.C. belum memberikan komentar resmi atas pengumuman tersebut.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa kantor kepresidenan Korea Selatan atau Blue House menyatakan pemerintah AS belum secara resmi menyampaikan pemberitahuan terkait kenaikan tarif tersebut. Penasihat presiden Korea Selatan disebut akan menggelar pertemuan dengan kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah menghadapi kebijakan itu.

Korea Selatan merupakan salah satu eksportir terbesar ke Amerika Serikat. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), AS mengimpor barang senilai USD 131,6 miliar dari Korea Selatan sepanjang 2024.

Investasi Korea

Dalam kesepakatan dagang yang diumumkan pada Juli 2025, Trump sebelumnya menyatakan AS akan mengenakan tarif umum sebesar 15% atas impor dari Korea Selatan. Angka tersebut 10 poin persentase lebih rendah dibandingkan tarif yang sempat diancamkan Trump pada awal bulan yang sama.

Trump juga menyebut Korea Selatan sepakat untuk “memberikan kepada Amerika Serikat dana sebesar USD 350 miliar untuk investasi yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat, serta dipilih oleh saya sendiri sebagai Presiden”.

Di sisi lain, Mahkamah Agung AS pada November lalu telah mendengarkan argumen dalam gugatan yang menantang legalitas kebijakan tarif sepihak Trump. Sejumlah hakim mempertanyakan apakah presiden memiliki kewenangan untuk menetapkan tarif tanpa persetujuan Kongres.

Hingga kini, Mahkamah Agung AS belum mengeluarkan putusan resmi terkait perkara tersebut.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |