Strategi Pemulihan dan Arah Pertumbuhan ZATA di 2026

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong pemulihan kinerja sekaligus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan pada 2026.

Direktur Operasional ZATTA, Indrasyah, mengungkapkan bahwa hingga 2025, jaringan toko perseroan masih didominasi Pulau Jawa dengan total 106 gerai, baik toko sendiri maupun mitra. Meski ekspansi masih terfokus di Jawa, pertumbuhan jumlah toko dinilai tetap berjalan positif.

"Pada tahun 2025 jumlah toko dan jangkauan sebaran saat ini masih cukup dominan di pulau Jawa dengan total toko kita sebanyak 106 store. Untuk saat ini pertumbuhan cukup baik, ada penambahannya dari toko mitra dan secara besaran masih ada di pulau Jawa sebagai dominan store yang saat ini kita punya," kata Indrasyah dalam Public Expose Insidentil PT Bersama Zatta Jaya Tbk, secara daring, Senin (26/1/2026).

Namun demikian, kinerja penjualan ZATTA secara tahunan (year on year/YoY) hingga September 2025 masih menghadapi tekanan. Data penjualan menunjukkan adanya penurunan sebesar 7,8 persen, yang terutama dipengaruhi oleh melemahnya penjualan di segmen grosir atau agen.

Persaingan yang semakin ketat membuat pola bisnis grosir berubah, di mana banyak agen beralih menjadi affiliate di platform online. Di sisi lain, perseroan mencatatkan sinyal positif dari kanal digital.

"Saat ini penyebab dari penurunan penjualan sampai September 2025 itu ada dipenjualan grosir atau agen dimana terjadi banyak hal persaingan yang membuat saat ini kondisi grosir tidak seperti masa-masa sebelumnya dan lebih banyak mulai mereka menjadi affiliate di toko online," ungkapnya.

Meskipun jumlah pengunjung (visitor traffic) menurun, tingkat transaksi justru meningkat. Hal ini menunjukkan kualitas pelanggan yang lebih baik, dengan kecenderungan pembelian ulang (repeat order) yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Strategi Pemulihan dan Pertumbuhan ZATA 2026

Memasuki 2026, Indrasyah mengatakan bahwa ZATA memfokuskan strategi pemulihan pada inventory cleanup. Langkah ini dilakukan dengan mendorong penjualan produk stok lama agar dapat dikonversi menjadi kas.

Strategi ini diharapkan mampu memperbaiki arus kas perseroan sekaligus memperkuat struktur keuangan melalui optimalisasi aset yang sebelumnya kurang produktif.

"Kami akan melakukan inventory cleanup bagaimana kita melakukan proses penjualan untuk produk stok lama, sehingga mengubah aset lama menjadi kas tunai atau cash generation," ujarnya.

Strategi lainnya

Selain itu, perseroan juga akan melakukan transformasi produk dengan pendekatan yang lebih selektif. ZATA menargetkan pengembangan produk unggulan (winning product) yang mampu berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap total penjualan.

"Kita akan melakukan transformasi produk. Serta fokus winning produk menargetkan produk berkontribusi lebih dari 50 persen dari total penjualan. Produk ini memiliki perputaran cepat (high) turnover). Harga terjangkau, menyesuaikan stratgei harga agar relevan dengan daya beli pasar 2026. Namun, tetap menjaga margin melalui efisiensi desain," jelasnya.

Kemudian, ZATA akan melakukan store rationalization yakni, evaluasi berkesinambungan perfomance toko, mempertahankan toko di lokasi strategis sebagai community Hub. Serta melakukan aktivasi member, memaksimalkan basis pelanggan loyal.

Lanjut Baca:

Saham PTRO Merosot 9,25%, Kapitalisasi Pasar Sentuh Level Segini

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |