Saham ANTM Hari Ini 26 Januari 2026 Melompat 10,96% saat Harga Emas Sentuh USD 5.000

1 day ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Senin, (26/1/2026). Kenaikan harga saham ANTM terjadi di tengah harga emas dunia kembali cetak rekor di USD 5.000 per troy ounce.

Mengutip data RTI, harga saham ANTM ditutup melonjak 10,96% ke posisi Rp 4.760 per saham. Harga saham ANTM dibuka naik 110 poin ke posisi Rp 4.400 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.290 per saham. Harga saham ANTM berada di level tertinggi Rp 4.970 dan level terendah Rp 4.400 per saham. Total frekuensi perdagangan 133.119 kali dengan volume perdagangan 4.966.628 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,4 triliun. Seiring kenaikan harga saham ANTM itu mendorong kapitalisasi pasar tercatat Rp 114,39 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham ANTM melompat 19% dalam lima hari terakhir. Sepanjang 2025, harga saham ANTM terbang 241,22%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,27% ke posisi 8.975,33. Indeks saham LQ45 bertambah 1,01%. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.058,04 dan level terendah 8.923,52. Sebanyak 428 saham melemah sehingga bebani  IHSG. 267 saham menguat dan 110 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.836.236 kali dengan volume perdagangan saham 57,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37 triliun.

Harga Emas Dunia Sentuh USD 5.000

Sebelumnya, harga emas dunia memperpanjang rekor kenaikan seiring investor mencari safe haven di logam mulia. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko fiskal global.

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot dan kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk Februari naik 1,2%. Harga emas dunia diperdagangkan masing-masing USD 5.042 dan USD 5.036.

Lonjakan harga logam mulia ini terjadi karena titik-titik konflik baru-baru ini dari Greenland dan Venezuela hingga Timur Tengah menggarisbawahi risiko geopolitik yang lebih tinggi, memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.

“Kenaikan harga emas dan perak baru-baru ini terjadi karena masalah geoekonomi terkait Greenland,” tulis HSBC dalam sebuah catatan pekan lalu.

Lanjut baca

Perak juga menguat pada hari Senin, dengan harga spot melonjak 3% menjadi USD 106,1 per ounce, juga diuntungkan oleh permintaan industri. Analis di Union Bancaire Privée (UBP) mengatakan pada Jumat kalau harga telah naik karena permintaan yang berkelanjutan dari pembeli institusional dan ritel. “Kami memperkirakan emas akan menikmati tahun yang kuat lagi, mencerminkan permintaan investasi bank sentral dan ritel yang berkelanjutan, dengan target harga akhir tahun sebesar USD 5.200 per ons,” kata UBP.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |