IFSH Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun pada 2026

3 days ago 27

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Ifishdeco Tbk (IFSH) Iwan Luison mengungkapkan target kinerja Perseroan pada 2026 yang diproyeksikan relatif sejalan dengan capaian beberapa tahun terakhir. Perseroan membidik pendapatan sekitar Rp 1 triliun dengan target laba bersih di kisaran Rp 100 miliar.

“Untuk target kita masih mirip dengan tahun 2025 atau 2024, di mana target revenue kita untuk 2026 adalah di angka sekitar Rp 1 triliun, dan untuk net profitnya targetnya adalah di sekitar Rp 100 miliaran,” ujar Iwan dalam paparan publik, Kamis (22/1/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Perseroan akan melanjutkan strategi operasional yang telah berjalan, khususnya dengan mengandalkan kegiatan produksi berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk komoditas nikel dan silika.

"Strategi Perseroan untuk mencapainya, kita tetap melakukan operasi yang apa kita lakukan seperti sekarang, di mana kita melakukan bermodal dari RKAB, baik untuk mikel dan silika, dan masih tetap dengan strategi yang saat ini kita lakukan,” kata Iwan.

Selain target kinerja, manajemen juga membuka peluang aksi korporasi pada 2026, terutama terkait rencana akuisisi tambang. Menurut Iwan, penjajakan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dan ditargetkan terealisasi pada tahun ini.

“Kalau di tahun 2025, sebenarnya kami sudah melakukan banyak penjajakan untuk mengakuisisi tambang itu, dan target kami di 2026 ini akan kami realisasikan,” ujarnya.

Dari sisi kinerja keuangan, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025, Ifishdeco mencatat pendapatan sebesar Rp 668,82 miliar, turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 709,30 miliar. Laba bersih periode berjalan tercatat Rp 37,60 miliar, turun 37% dari Rp 59,97 miliar pada 9M 2024

Sementara itu, total aset Perseroan per 30 September 2025 mencapai Rp 1,00 triliun, dengan total liabilitas sebesar Rp 158,51 miliar dan ekuitas Rp 843,65 miliar

Awal 2026 Membara, IHSG Cetak Rekor Baru Kapitalisasi BEI Capai Rp 16.512 Triliun

Sebelumnya, pasar modal Indonesia mengawali tahun 2026 dengan kinerja impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), mencerminkan optimisme investor yang kembali menguat sejak awal tahun.

Mengutip keterangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/1/2026), kinerja pasar saham nasional menunjukkan lonjakan signifikan pada pekan perdagangan pertengahan Januari 2026. Pada Kamis (15/1), IHSG ditutup menguat dan menembus level 9.075,406, sekaligus menjadi rekor tertinggi baru sepanjang sejarah perdagangan saham di Indonesia.

Capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia juga ikut melonjak dan mencapai Rp 16.512 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 1,29% dari sebelumnya Rp 16.301 triliun.

Penguatan IHSG sepanjang pekan juga terbilang solid. Dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 8.936,754, indeks utama ini naik 1,55%.

Kenaikan tersebut menandakan minat beli investor tetap terjaga, meski pasar global masih dibayangi dinamika ekonomi dan geopolitik. Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian mencatat kenaikan 3,87% menjadi Rp 32,68 triliun dari Rp31,46 triliun pada pekan sebelumnya.

Rekor Bursa Ditopang Aktivitas Transaksi

Meski nilai transaksi meningkat, data menunjukkan adanya penurunan pada sisi volume dan frekuensi perdagangan. Rata-rata volume transaksi harian turun 2,68% menjadi 60,13 miliar lembar saham, sementara frekuensi transaksi harian terkoreksi 3,24% menjadi 3,86 juta kali.

Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa penguatan pasar lebih banyak ditopang oleh transaksi bernilai besar, bukan oleh peningkatan jumlah transaksi ritel. Saham-saham berkapitalisasi jumbo menjadi motor utama penggerak indeks dan kapitalisasi pasar.

Fenomena ini mencerminkan strategi investor yang lebih selektif, dengan fokus pada saham-saham unggulan yang dinilai memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi di tengah tren penguatan pasar.

Aliran Dana Asing Perkuat Reli Pasar Saham

Dari sisi investor global, pasar saham Indonesia kembali mendapat sentimen positif. Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 947,45 miliar, memperkuat penguatan IHSG menuju level tertingginya.

Secara kumulatif, sepanjang 2026 berjalan, investor asing telah membukukan nilai beli bersih mencapai Rp 7,30 triliun. Arus dana ini menjadi salah satu faktor penting yang menopang reli pasar saham sejak awal tahun.

Masuknya dana asing tersebut mempertegas persepsi positif terhadap stabilitas pasar keuangan nasional dan prospek pertumbuhan emiten, sekaligus menjadi penopang utama pencapaian rekor IHSG dan kapitalisasi pasar di awal 2026.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |