Pengamat: Kepemimpinan Baru OJK Beri Sinyal Stabilitas bagi Pasar Modal

15 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Ketua DK OJK) dan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif pengawas pasar modal OJK dinilai memberikan sinyal stabilitas bagi pasar keuangan Indonesia. Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai kedua figur tersebut bukan sosok baru di industri jasa keuangan, khususnya di lingkungan regulator, sehingga pelaku pasar melihat adanya kesinambungan kebijakan dalam pengawasan sektor keuangan dan pasar modal.

"Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal pada dasarnya memberikan sinyal stabilitas bagi pasar keuangan Indonesia,” ujar Hendra dalam keterangan resmi kepada Liputan6.com, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, latar belakang pengalaman keduanya di industri jasa keuangan membuat pelaku pasar menilai arah kebijakan regulator ke depan cenderung melanjutkan agenda reformasi yang selama ini sudah berjalan, bukan melakukan perubahan yang terlalu drastis.

Dia menilai, dari perspektif investor, faktor utama yang diperhatikan bukan semata-mata siapa yang memimpin regulator, melainkan kemampuan kepemimpinan tersebut dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.

"Ketika figur yang terpilih berasal dari internal regulator yang sudah memahami secara mendalam ekosistem pasar modal domestik, pelaku pasar biasanya melihat hal ini sebagai sinyal yang relatif positif,” kata Hendra.

Pasar Saham Indonesia

Di sisi lain, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan dari sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas di pasar keuangan dunia. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Dalam kondisi tersebut, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi. Secara teknikal, IHSG memiliki area support di kisaran 7.320 hingga 7.350 dan resistance jangka pendek pada 7.450 hingga 7.500.

Hendra menambahkan, investor saat ini cenderung lebih selektif dalam memilih saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Saham sektor perbankan besar, telekomunikasi, serta beberapa emiten teknologi dinilai masih berpotensi menjadi penopang indeks karena relatif lebih defensif terhadap gejolak eksternal.

Komisi XI DPR RI Tetapkan Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua DK OJK

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menetapkan sejumlah calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Rabu (11/3/2026).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI yang dilakukan setelah pengujian terhadap 10 calon anggota Dewan Komisioner OJK. Penetapan dilakukan melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat.

Berdasarkan dokumen hasil rapat, beberapa nama yang ditetapkan untuk mengisi posisi strategis di OJK antara lain:

1.    Friderica Widyasari Dewi sebagai Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

2.    Hernawan Bekti Sasongko sebagai Calon Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

3.    Hasan Fawzi sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

4.    Dicky Kartikoyono sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.

5.    Adi Budiarso sebagai Calon Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari proses seleksi pimpinan OJK untuk periode kepemimpinan berikutnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |