GoTo Raup Laba Bersih Rp 171 Miliar pada Kuartal I 2026

12 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan tonggak sejarah baru pada awal 2026. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, perusahaan teknologi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I 2026.

“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja GoTo Kuartal I-2026, di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).

Hans mengatakan, perjalanan GoTo berlanjut seiring dengan upaya perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. 

“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Adapun pencapaian laba bersih senilai Rp 171 miliar ini  menunjukkan peningkatan Rp 538 miliar YoY dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 367 miliar pada kuartal I-2025.

Hans mengatakan, Perseroan terus meningkatkan skala seiring dengan pertumbuhan Pengguna Bertransaksi Tahunan Grup (ATU) sebesar 22% YoY menjadi 69 juta.

Struktur Keuangan

Selain itu, GoTo juga mencatatkan pendapatan bersih tumbuh 26% YoY menjadi Rp 5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 65% YoY menjadi Rp 138 triliun, dengan total GTV naik menjadi Rp 236 triliun, meningkat 63% YoY.

EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar, naik 131% YoY, menunjukkan awal yang kuat menuju pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun

“Perseroan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp 1,3 triliun menunjukkan perbaikan fundamental bisnis, profitabilitas dan disiplin biaya. Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp 288 miliar,” ujarnya.

Disamping itu, GoTo terus meningkatkan kemampuan teknologinya, memperkenalkan program AI baru yang menyatukan semua inisiatif AI di bawah satu strategi yang berfokus pada pelanggan, yang akan menurunkan biaya layanan, meningkatkan interaksi dan konversi pengguna.

GoTo Raup Rp 820 Miliar Hasil Imbal Jasa Tokopedia pada 2025

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pemasukan sebesar Rp 820 miliar dari layanan imbal jasa e-commerce Tokopedia sepanjang 2025.

"Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal keempat, atau mencapai Rp 820 miliar untuk setahun penuh," kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo dalam Laporan Kinerja Keuangan GoTo Tahun 2025, di Jakarta, di tulis Kamis (12/3/2026).

Sebagai perbandingan, pada 2024 pendapatan dari pos yang sama tercatat sekitar Rp 690 miliar. Nilai tersebut dihitung untuk periode 11 bulan sejak kebijakan skema biaya layanan Tokopedia/Tokopedia Shop mulai diterapkan.

Adapun angka Rp 690 miliar tersebut setara dengan Rp 622 miliar setelah dikurangi pajak pertambahan nilai (PPN). Dari total tersebut, kontribusi terbesar datang dari kuartal IV-2024 yang mencapai sekitar Rp 204 miliar, atau sekitar Rp 183 miliar jika dihitung secara bersih setelah pajak.

Imbal jasa e-commerce sendiri merupakan pendapatan berupa biaya layanan yang dibayarkan oleh Tokopedia kepada GOTO setelah platform tersebut diakuisisi oleh TikTok Shop.

Meski kini hanya berstatus sebagai pemegang saham minoritas, GOTO tetap memperoleh pemasukan berkat perannya dalam menyediakan dukungan ekosistem bagi layanan tersebut.

Pendapatan Bersih

Adapun GoTo mencatatkan pendapatan bersih naik 19% YoY menjadi Rp 5 triliun pada Kuartal IV dan naik 24% YoY menjadi Rp1 8,3 triliun selama tahun 2025. Disisi lain, sejalan dengan meningkatnya jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup sebesar 24% YoY menjadi 66 juta pengguna.

Untuk unit usaha On-Demand Services, pihaknya memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik.

“Untuk mewujudkannya, kami akan tetap fokus memberikan solusi nyata sesuai kebutuhan konsumen, baik di segmen affluent maupun mass market, sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang memungkinkan kami menghadirkan solusi tersebut," ujarnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |