Generasi Muda Jadi Tulang Punggung Pasar Modal, Tapi Minim Literasi

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut generasi muda kini menjadi motor utama pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia. Namun, di balik dominasi tersebut, masih terdapat tantangan besar terkait literasi dan pemahaman investasi yang perlu segera diatasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa mayoritas investor pasar modal saat ini berasal dari kelompok usia muda. Dari total 26,12 juta investor per 24 April 2026, sekitar 54,71 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun.

"Ini menjadi perhatian khusus bagi industri reksa dana, karena 54,71 persen investor dimaksud usianya sangat muda di bawah 30 tahun. Tentu disatu sisi ini menunjukkan peran strategis generasi muda sebagai penggerak utama pasar modal kita ke depan," kata Hasan dalam sambutannya di acara Peresmin Program PINTAR Reksa Dana, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Menurut Hasan, pertumbuhan jumlah investor di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat signifikan. Sebagian besar investor baru masuk melalui industri reksa dana, yang dinilai lebih mudah diakses dan sesuai bagi pemula.

Basis Investor Domestik

Dari total investor yang ada, sebanyak 24,86 juta merupakan investor di sektor pengelolaan investasi. Hal ini menegaskan bahwa reksa dana menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi di pasar modal.

"Jumlah investor pasar modal terus menunjukkan angka peningkatan signifikan dari waktu ke waktu, angkanya sudah mencapai 26,12 juta investor, dengan investor di industri pengelolaan investasi sebesar 24,86 juta," ujarnya.

Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar untuk memperluas basis investor domestik sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional. 

Tantangan Literasi dan Perlindungan Investor

Meski demikian, kata Hasan, tingginya partisipasi generasi muda juga diiringi dengan tantangan serius. Sebagai investor pemula, banyak di antaranya masih memiliki keterbatasan informasi dan pemahaman terkait produk serta risiko investasi.

OJK menekankan bahwa kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama bagi seluruh pelaku industri pasar modal. Pengelolaan dana investor harus dilakukan dengan integritas tinggi, mengingat setiap dana yang diinvestasikan merupakan aset berharga bagi masing-masing individu.

"Tapi disisi lain keterbatasan informasi dan pemahaman sebagai investor pemula ini menjadi amanah yang harus kita pegang bersama, sekecil atau sebesar apapun dana yang dititipkan kepada kita di industri pasar modal merupakan aset berharga dari masing-masing investasi yang tentu pengelolaannya diamanahkan untuk dilakukan dengan integritas yang tinggi dengan mengedepankan perlindungan investor," ujarnya.

Program PINTAR Reksa Dana

Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai inisiatif terus didorong, salah satunya melalui peluncuran program Pintar Reksa Dana. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, agar dapat berinvestasi secara terencana, berkala, dan lebih teredukasi.

Dengan peningkatan literasi yang sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung pasar modal, tetapi juga mampu berinvestasi secara bijak dan berkelanjutan.

"Peluncuran program Pintar Reksa Dana yang dikolaborasikan dengan program SI MUDA merupakan salah satu langkah konkret untuk memperluas akses dan juga mendorong partisipasi masyarakat lebih luas lagi khususnya para investor pemula generasi muda kita dalam memulai berinvestasi di pasar modal melalui instrumen reksa dana," pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |