Vale Indonesia Kantongi Pinjaman Sindikasi Berbasis Keberlanjutan, Nilainya Segini

22 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan (Sustainability-Linked Loan/SLL) senilai USD 750 juta atau Rp 12,96 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.290), dengan opsi tambahan USD 250 juta atau Rp 4,32 triliun. Pembiayaan ini menjadi yang pertama bagi perusahaan dan diminati tinggi oleh 14 bank internasional, tercermin dari kelebihan permintaan hingga 1,7 kali.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan nikel untuk baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. PT Vale menilai posisinya cukup strategis karena didukung penggunaan energi terbarukan dari PLTA dalam operasionalnya.

Fasilitas ini mengacu pada kerangka pembiayaan berkelanjutan dengan indikator utama berupa penurunan emisi karbon dan peningkatan energi terbarukan. Kedua indikator tersebut dinilai “strong” dan sejalan dengan target global penurunan suhu serta komitmen iklim Indonesia. Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan pembiayaan ini memperkuat arah strategis perusahaan. 

"Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dan transisi energi global,” ujarnya dalam acara Agreement Signing, Kamis (23/4/2026).

Dana pinjaman akan difokuskan untuk pengembangan proyek strategis, terutama IGP Pomalaa, Morowali, dan Sorowako. Selain itu, manfaat finansial dari skema berbasis ESG juga akan dialokasikan untuk program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dari sisi perbankan, dukungan terhadap pembiayaan ini dinilai mencerminkan pentingnya integrasi keberlanjutan dalam sektor industri. 

Energi Tulang Punggung Ekonomi

Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyatakan, transaksi ini mencerminkan pendekatan dalam mendukung nasabah.

"Melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi global,” tuturnya.

Adapun Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, Ken Matsuo, juga menyoroti tingginya minat bank terhadap fasilitas ini. 

Menurut dia, energi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan kami bangga dapat mendukung fasilitas pinjaman sindikasi perdana PT Vale. 

“Di tengah volatilitas pasar, tingginya minat dari para bank peserta serta oversubscription menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale. Kami melihat integrasi ESG dalam struktur pembiayaan seperti ini sebagai langkah penting dalam mendukung transisi energi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Vale Indonesia Genjot Eksplorasi Nikel di Pomalaa, Biaya Tembus Rp 24,6 Miliar

Sebelumnya, emiten tambang PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus melanjutkan kegiatan eksplorasi nikel di wilayah Sulawesi Tenggara sepanjang awal 2026. Kegiatan ini difokuskan di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, sebagai bagian dari upaya peningkatan sumber daya dan cadangan.

Berdasarkan laporan eksplorasi bulanan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Senin (13/4/2026), aktivitas eksplorasi berlangsung konsisten sejak Januari hingga Maret 2026.

Pada Januari 2026, Vale mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar USD 499.735,28. Sementara pada Februari sebesar USD 458.129,89 dan Maret mencapai USD 486.374,89. Sehingga, total biaya eksplorasi selama 3 bulan mencapai USD 1.444.238 atau kurang lebih Rp 24,6 miliar (estimasi kurs Rp 17.000 per dolar AS). 

Eksplorasi dilakukan menggunakan metode pengeboran core drilling HQ-3 dengan jarak 100 meter dan 50 meter di area Blok 1 Tetenggala dan Blok 1 Lalombundi. Selain itu, perusahaan juga melakukan survei geofisika menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT).

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan terhadap sumber daya mineral yang dimiliki perusahaan, khususnya nikel sebagai komoditas utama.

Fokus Tingkatkan Cadangan dan Profil Laterit

Kegiatan eksplorasi Vale Indonesia tidak hanya melibatkan tim internal, tetapi juga menggandeng pihak ketiga seperti kontraktor pengeboran dan geofisika.

Hingga saat ini, hasil pengujian masih dalam tahap perhitungan sumber daya dan cadangan menggunakan metode ordinary kriging yang dilakukan di Sorowako.

Ke depan, perusahaan berencana melanjutkan kegiatan pengeboran di Blok Pomalaa, terutama di area Tetenggala dan Lalombundi, dengan jarak pengeboran yang sama.

Selain itu, survei geofisika juga akan terus dilakukan guna mendapatkan gambaran lebih detail mengenai kondisi bawah permukaan.

Vale menargetkan seluruh aktivitas pengeboran dapat menghasilkan profil laterit yang lengkap sebagai dasar pengembangan tambang ke depan.

Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai salah satu produsen nikel utama di Indonesia, seiring meningkatnya permintaan global terhadap komoditas tersebut, terutama untuk industri baterai kendaraan listrik.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |