Emiten KEJU Tebar Dividen Rp 89,88 Miliar

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) memutuskan pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Selasa (21/4/2026). Emiten produsen keju tersebut mencatat laba bersih sebesar Rp 179,44 miliar sepanjang 2025.

Direktur Utama PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), Indrasena Patmawidjaja menyampaikan, sebagian laba tersebut akan dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai.

Dalam keputusan RUPST, perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp 16 per saham atau sekitar Rp 89,88 miliar. Nilai ini setara dengan sekitar 50,09% dari total laba bersih tahun buku 2025.

"Sebesar Rp 16,- per saham atau sekitar Rp 89,88 miliar atau sekitar 50,09% dari laba tahun buku 2025, ditetapkan sebagai dividen tunai tahun buku 2025 dan akan dibagikan secara tunai kepada seluruh pemegang saham," kata Indrasena dalam Public Expose PT Mulia Boga Raya Tbk, di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dividen tersebut dijadwalkan akan dibagikan kepada para pemegang saham pada 13 Mei 2026. Adapun investor yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

"Daftar Pemegang Saham Perseroan yang berhak atas dividen tersebut adalah pemegang saham yang terdaftar pada tanggal 1 Mei 2026 pukul 16.00 WIB," ujarnya.

Perseroan juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pelaksanaan pembagian dividen tersebut, termasuk mekanisme teknis pembayaran kepada para pemegang saham.

Sisa Laba Dialokasikan untuk Cadangan

Selain pembagian dividen, sebagian laba bersih juga dialokasikan untuk memenuhi kewajiban perusahaan. Perseroan menetapkan sebesar Rp 200 juta sebagai cadangan wajib sesuai dengan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007.

"Sebesar Rp 200 juta ditetapkan sebagai cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yang penggunaannya sesuai dengan Pasal 21 Anggaran Dasar Perseroan," ujarnya.

Sementara itu, sisa laba sebesar sekitar Rp 89,35 miliar ditetapkan sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya. Dana ini berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi bisnis maupun kebutuhan operasional perseroan ke depan.

Dirut Mulia Boga Raya Beli 200.900 Saham KEJU, Ini Tujuannya

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) Indrasena Patmawidjaja menambah kepemilikan saham KEJU secara bertahap. Aksi beli saham KEJU ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (20/4/2026), Direktur Utama Mulia Boga Raya, Indrasena Patmawidjaja membeli saham KEJU dalam enam kali transaksi pada 9 April-14 April 2026. Ia membeli 200.900 saham KEJU dengan harga Rp 505-Rp 520 per saham. Total nilai pembelian saham KEJU sebesar Rp 103,09 juta.

Setelah transaksi pembelian saham KEJU, ia memiliki 1.699.400 saham KEJU atau setara 0,03%. Sebelumnya, ia memiliki 1.498.500 saham KEJU atau setara 0,03%.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Berdasarkan data google finance, harga saham KEJU ditutup di posisi Rp 555 per saham pada Jumat, 17 April 2026.Harga saham KEJU berada di level tertinggi Rp 560 dan level terendah Rp 550 per saham. Total kapitalisasi pasar saham Rp 3,12 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |