Reksa Dana Saham Dibayangi Ketidakpastian Global, Begini Strategi Manulife

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menerapkan strategi yang mengoptimalkan diversifikasi dan memosisikan portofolio untuk jangkauan skenario yang luas untuk portofolio reksa dana saham. Hal ini dilakukan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian global.

Senior Portfolio Manager-Equity MAMI Rizki Ardhi menuturkan, pihaknya menerapkan diversifikasi yang optimal dan memosisikan portofolio untuk jangkauan skenario yang luas. Ia mengatakan, komoditas dan energi menjadi sektor yang dapat memberikan perlindungan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah yang meningkat.

Selain itu, menurut dia, harga energi memiliki kecenderungan untuk tetap tinggi ke depan dan banyak negara yang mulai bergerak untuk diversifikasi energi ke sumber lainnya, seperti batu bara dan juga biodiesel.

“Sementara untuk sektor komoditas akan lebih selektif, di mana secara garis besar permintaan akan turun akibat risiko staglasi, tetapi ada beberapa komoditas yang berada dalam kondisi defisit (pasokan lebih sedikit dibandingkan potensi permintaan ke depan,” kata dia.

Adapun hal itu terdorong perubahan tren yang lebih struktural seperti transisi energi bersih, elektrifikasi, dan lain-lain. “Sektor domestik seperti konsumsi juga sudah cukup murah dan akan beranjak lebih positif bila situasi geopolitik membaik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat,” kata dia.

Terkait sentimen MSCI, Rizki melihat bursa dan regulator menunjukkan keseriusan yang sangat besar dalam membenahi struktur dan menerima masukan-masukan dari pelaku pasar.

Adapun jika Indonesia turun kelas menjadi frontier market dari emerging market, Rizki menilai, skenario terburuk itu akan ada tekanan jual yang besar dari investor asing yang harus melakukan penyesuaian portofolio.

“Di sisi lain ada pula investor yang mencari peluang untuk membeli saham di valuasi yang sangat murah,” kata dia.

Sektor Komoditas

Ia menambahkan, market clearing event akan terjadi. Seiring hal itu, ia mengingatkan investor sebaiknya fokus memosisikan portofolio di saham-saham yang memiliki fundamental yang baik dengan valuasi yang murah, yang mampu menghasilkan free cash flow yang bisa digunakan untuk membagikan dividen ataupun melakukan buyback. “Saham-saham ini memiliki probabilitas yang lebih besar untuk menarik perhatian investor saat valuasinya turun,” kata dia.

Sedangkan jika skenario MSCI mempertahankan Indonesia sebagai bagian dari saham emerging market, Rizki menuturkan, sektor saham yang sensitive terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dna harga minyak dunia akan bergerak naik lebih cepat. “Namun, dlaam jangka panjang kami melihat sektor konsumsi yang sudah cukup murah dapat menjadi positif dengan penurunan input cost seperti biaya bahan baku dan operasional serta percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata dia.

Sedangkan di sektor komoditas, ia mengatakan ada beberapa komoditas yang memiliki defisit atau tren struktural yakni tembaga, aluminium, dan emas yang produsennya akan diuntungkan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Manulife Wealth & Asset Management Merampungkan Akuisisi Schroders Indonesia

Sebelumnya, Manulife Wealth & Asset Management mengumumkan pada Rabu, (1/4/2026) telah menyelesaikan transaksi  untuk mengakuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Hal ini setelah seluruh persyaratan penutupan terpenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selesainya transaksi ini menandai dimulainya proses integrasi terstruktur antara MAMI dan Schroders Indonesia. Selama periode integrasi, Manulife Wealth & Asset Management akan beroperasi di Indonesia melalui MAMI dan Schroders Indonesia secara paralel, mempertahankan struktur masing-masing sambil mengimplementasikan proses penggabungan secara bertahap. Nasabah, mitra, dan karyawan akan menerima pemberitahuan secara berkala terkait branding, perubahan produk, serta penyempurnaan operasional untuk memastikan kejelasan dan kesinambungan sepanjang proses transisi.

"Kami dengan bangga menandai bergabungnya Schroders Indonesia secara resmi ke dalam Manulife Wealth & Asset Management,” tutur  Chief Executive Officer, Wealth and Asset Management, Asia, Manulife, Fabio Fontainha dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 1 April 2026.

"Penyelesaian akuisisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami di Indonesia dan semakin memperkuat posisi MAMI sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia,” ia menambahkan.

Memperkokoh Fondasi

Ia menuturkan, dengan menggabungkan kapabilitas dua manajer investasi terkemuka, pihaknya membangun platform yang lebih kuat dan siap menghadapi masa depan dengan skala yang lebih besar, kapasitas inovasi yang lebih tinggi, dan wawasan global untuk memperluas rangkaian solusi dan layanan investasi perseroan, dengan tetap memberikan nilai tambah bagi nasabah perseroan.

"Langkah ini memperkokoh fondasi pertumbuhan kami dan memposisikan kami untuk menghadapi dinamika pasar dengan lebih jelas serta tetap fokus memberikan nilai jangka panjang,” ujar Fabio.

Dengan selesainya transaksi ini, posisi kuat MAMI di pasar serta wawasan investasi globalnya, akan dilengkapi dengan keahlian investasi lokal Schroders Indonesia dan hubungan jangka panjangnya dengan mitra distribusi maupun nasabah institusi. Bersama-sama, platform gabungan ini akan menghadirkan skala yang lebih besar, sumber daya investasi yang lebih mendalam, dan rangkaian solusi yang lebih luas untuk memberikan hasil jangka panjang yang menarik di berbagai siklus pasar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |