Bursa Asia Dibuka Perkasa di Tengah Kisruh Selat Hormuz, Ini Penyebabnya!

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa seiring munculnya harapan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih mungkin tercapai, meski ketegangan geopolitik terus meningkat.

Dikutip dari CNBC, Selasa (14/4/2026), sentimen positif ini muncul di tengah langkah Amerika Serikat (AS) yang mulai memblokade pengiriman Iran di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut diambil setelah perundingan damai antara kedua negara mengalami kebuntuan.

Meski gencatan senjata belum resmi dibatalkan, situasinya semakin rapuh. Baik AS maupun Iran saling menuding telah melanggar kesepakatan yang sebelumnya disepakati.

Pemerintah AS menyatakan blokade mulai berlaku pada Senin, sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap Iran agar membuka kembali jalur distribusi minyak yang vital bagi pasar global.

Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa kebijakan tersebut justru berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan menyindir dampak blokade tersebut.

“‘Nikmati harga bahan bakar saat ini. Dengan ‘blokade’ ini, Anda akan merindukan harga USD 4–5 per galon,’” ujarnya.

Bursa Asia Naik, Investor Pantau Data China

Kenaikan bursa Asia juga didorong oleh optimisme investor terhadap kemungkinan meredanya konflik, serta fokus pada rilis data perdagangan China yang dinantikan pasar.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,5%, sementara Topix naik 0,74%. Bursa Australia juga bergerak positif, dengan indeks S&P/ASX 200 naik 0,88%.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan di level 25.924, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.660,85.

Di pasar energi, harga minyak justru mengalami penurunan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,37% menjadi USD 96,73 per barel, sementara Brent melemah 1,82% ke USD 97,51 per barel.

Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait perkembangan konflik geopolitik dan potensi dampaknya terhadap pasokan energi global.

Wall Street Ikut Menguat, Sentimen Global Membaik

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Wall Street ditutup menguat seiring harapan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih dapat dicapai.

Indeks S&P 500 naik 1,02% ke level 6.886,24, mencatat penutupan tertinggi sejak sebelum konflik dimulai. Nasdaq Composite melonjak 1,23% ke 23.183,74, sementara Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63% ke 48.218,25.

Untuk perdagangan berikutnya, kontrak berjangka S&P 500 bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis 0,06%. Dow Jones futures naik 10 poin, sedangkan Nasdaq-100 futures menguat hampir 0,2%.

Secara keseluruhan, pelaku pasar global masih mencermati perkembangan hubungan AS-Iran, sekaligus menimbang dampaknya terhadap ekonomi dunia, khususnya sektor energi dan perdagangan internasional.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |