IHSG Bakal Lesu, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 26 Mei 2026

10 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (26/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.899 sebagai level support. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan kenaikan sebesar 0,72% ke 6.206 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 25 Mei 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji 5.899, sekaligus area support-nya,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di 5.880-6.220.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indika Energy Tbk (INDY)

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO terkoreksi 2,13% ke 2.300 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini kami memperkirakan, posisi ADRO saat ini berada pada bagian awal dari wave [v] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.230-2.290

Target Price: 2.390, 2.550

Stoploss: below 2.200

2.PT Elnusa Tbk (ELSA) - Trading Buy

Saham ELSA bergerak terkoreksi 1,52% ke 650 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi ELSA saat ini membentuk bagian dari wave (4) dari wave [C],” ujar dia.

Trading Buy: 635-650

Target Price: 680, 700

Stoploss: below 625

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness

Saham EXCL menguat 4,73% ke 2.880 dan masih didominasi dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi EXCL sedang berada di awal wave (C) dari wave [B],” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.760-2.860

Target Price: 2.990, 3.220

Stoploss: below 2.700

4.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness

Saham INDY terkoreksi 0,41% ke 2.450 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi INDY diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.330-2.410

Target Price: 2.810, 3.010

Stoploss: below 2.200

Penutupan IHSG pada 25 Mei 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi kedua perdagangan saham Senin, (25/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 17.727).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,72% menjadi 6.206,34. Indeks saham LQ45 bertambah 1,74% menjadi 631,21. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus yang akrab disapa Nico menuturkan, kenaikan IHSG didorong bursa regional Asia bergerak menguat. “Ada sentimen membaiknya risiko global seiring harapan akan kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Nico dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, para pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa AS dengan Iran hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, dan mereka masih menegosiasikan persyaratan utama, serta persetujuan akhir dari kedua pihak kemungkinan akan memakan waktu beberapa hari.

Sentimen IHSG Lainnya

Meskipun keputusan kesepakatan perdamaian belum final, namun sinyal itu memberikan sebuah harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah, serta pembukaan kembali selat Hormuz akan memulihkan aliran minyak dan ekonomi global.

Dari dalam negeri, IHSG bergerak fluktuatif yang dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yaitu narasi kesepakatan AS dan Iran memberikan katalis positif, sementara tekanan terhadap kurs Rupiah memberikan sentimen negatif.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) defisit sebesar 9,15 miliar dolar AS kuartal I-2026, seiring dengan dinamika perekonomian global yang dapat mempengaruhi prospek NPI.

Defisit tersebut tercatat jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang memicu kekhawatiran investor terhadap ketahanan eksternal Indonesia dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS.

Sektor Saham

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi bertambah 3,83%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham industri naik 0,79%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,09%, dan sektor saham keuangan bertambah 1,42%.

Kemudian sektor saham properti melompat 1,29%, sektor saham infrastruktur menanjak 0,77%. Selain itu, sektor saham energi m elemah 2,04%, sektor saham basic tergelincir 0,93%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,13%. Lalu sektor saham kesehatan turun 0,09% dan sektor saham teknologi melemah 0,31%.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.239,59 dan level terendah 6.124,57. Sebanyak 236 saham melemah sehingga bebani IHSG. 470 saham menguat dan 114 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.065.076 kali dengan volume perdagangan saham 27,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.727

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |