Bursa Buka 25 Maret 2026, Simak Strategi Pilih Saham yang Cuan Setelah Lebaran

18 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana mengungkapkan beberapa strategi pemilihan saham menjelang pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai libur hari raya idul fitri atau lebaran tahun 2026. 

Diketahui, berdasarkan kalender resmi BEI, dikutip Kamis (19/3/2026), periode libur dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026. Selanjutnya, perdagangan saham di BEI akan kembali dibuka pada Rabu, 25 Maret 2026 setelah libur panjang Nyepi dan Cuti Bersama Idulfitri. 

Hendra mengungkapkan untuk strategi pemilihan saham, beberapa sektor yang masih menarik untuk dicermati adalah sektor perbankan besar, energi, serta komoditas mineral.

"Saham perbankan seperti Bank Central Asia dan Bank Mandiri tetap menjadi tulang punggung likuiditas pasar karena memiliki fundamental yang kuat serta stabilitas pertumbuhan laba yang relatif konsisten," kata Hendra kepada Liputan6.com, Minggu (22/3/2026).

Di sektor energi, saham seperti Medco Energi Internasional berpotensi mendapatkan sentimen positif apabila harga minyak dunia tetap berada pada tren tinggi.

Sementara itu di sektor mineral, saham seperti Aneka Tambang masih memiliki katalis dari meningkatnya permintaan logam industri seiring dengan tren transisi energi global. Jika tekanan sentimen global mulai mereda, saham-saham dengan fundamental kuat seperti ini biasanya menjadi yang pertama mengalami pemulihan harga.

Kondisi Pasar Saham RI 

Tak dipungkiri, Hendra menyebut pasar saham Indonesia saat ini memang sedang berada dalam fase yang cukup sensitif. Tekanan global dari konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga oleh Jerome Powell di Federal Reserve menjadi faktor eksternal yang membebani pasar. 

Di sisi lain, dari dalam negeri juga terdapat sejumlah faktor domestik yang membuat investor lebih berhati-hati, mulai dari isu fiskal, sensitivitas terhadap harga energi, hingga proses pembenahan di industri pasar modal yang sempat mendapat sorotan dari MSCI terkait transparansi dan mekanisme perdagangan. 

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan cenderung volatil karena investor global maupun domestik sedang menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan stabilitas pasar keuangan," ujarnya.

Peluang IHSG Rebound Pasca Libur Lebaran

Lebih lanjut, kata Hendra salah satu batu ganjalan utama bagi pemulihan IHSG saat ini adalah kombinasi antara faktor global dan domestik yang muncul hampir bersamaan. Dari sisi global, investor masih menunggu arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta perkembangan konflik geopolitik yang dapat mempengaruhi harga energi dunia.

Sementara dari sisi domestik, investor juga mencermati risiko fiskal, sensitivitas ekonomi terhadap kenaikan harga minyak, serta proses pembenahan regulasi di industri pasar modal yang sedang berjalan.

Kombinasi faktor tersebut membuat sebagian investor asing memilih untuk menunda penempatan dana hingga kondisi pasar menjadi lebih stabil dan memiliki kepastian arah yang lebih jelas.

"Meski demikian, setelah periode libur panjang Lebaran, peluang terjadinya rebound tetap terbuka. Dalam banyak pengalaman historis, pasar saham Indonesia sering mengalami technical rebound setelah mengalami koreksi cukup dalam, terutama jika tekanan global mulai mereda dan investor kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat," pungkasnya. 

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |