Danantara Sebut Kepercayaan jadi Kunci Stabilitas Pasar Modal Indonesia

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir menilai kepercayaan atau confidence menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia, terutama di tengah berbagai sentimen yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.

Pernyataan itu disampaikan Pandu saat merespons koreksi pasar yang sempat terjadi setelah pengumuman pembentukan BUMN Ekspor. Menurut dia, pasar modal tidak bisa dilepaskan dari pergerakan nilai tukar, sementara pergerakan mata uang sangat dipengaruhi tingkat keyakinan investor terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

“Kalau bicara pasar modal itu juga menyangkut currency. Currency itu sangat penting, dan currency itu juga menyangkut confidence,” ujar Pandu kepada wartawan usai menghadiri acara diskusi, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, membangun kepercayaan pasar tidak hanya bergantung pada komunikasi yang baik kepada investor, tetapi juga harus didukung oleh kebijakan yang konsisten. Menurut dia, aspek kebijakan menjadi faktor yang lebih penting karena menjadi dasar keyakinan investor dalam mengambil keputusan investasi.

Pandu juga menegaskan Danantara akan tetap fokus menjalankan aktivitas bisnis secara normal agar roda ekonomi tidak terganggu oleh sentimen jangka pendek yang berkembang di pasar.

"Kita harus fokus pada business as usual, supaya bisnis tetap berjalan terus dan tidak ada hambatan. Itu penting agar roda ekonomi terus berjalan,” kata Pandu.

Danantara Janji Bakal Update Berkala soal BUMN Ekspor

Sebelumnya, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mengedepankan prinsip transparansi dalam proses pembentukan hingga operasional bisnisnya untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar atas kehadiran entitas baru tersebut.

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir mengatakan, pihaknya memahami munculnya berbagai pertanyaan dan kekhawatiran dari pelaku usaha sejak DSI diumumkan.

Karena itu, menurut dia, Danantara akan menjaga komunikasi secara terbuka dengan pasar agar seluruh proses pembentukan DSI dapat dipahami secara jelas oleh pelaku industri maupun investor.

“Nanti kami juga akan memberikan pembaruan kepada pasar setiap dua sampai tiga minggu sekali mengenai perkembangan yang ada,” ujar Pandu saat acara diskusi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut penting untuk mengurangi ketidakpastian yang sempat muncul di pasar terkait arah dan peran DSI ke depan.

“Dengan begitu, ketidakpastian yang ada bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih terukur sebagai sebuah risiko,” katanya.

Keterbukaan menjadi Kunci

Pandu menegaskan, kehadiran DSI bukan untuk menimbulkan keresahan baru di industri, melainkan untuk menciptakan ekosistem perdagangan komoditas yang lebih sehat, lebih besar, dan memberi manfaat lebih besar bagi Indonesia.

Menurut dia, keterbukaan menjadi kunci utama agar pelaku pasar dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan bisnisnya di tengah perubahan kebijakan tersebut..

Ia menyatakan, Danantara dan DSI siap menerima berbagai masukan dari pelaku pasar selama proses transisi berlangsung. Menurutnya, komunikasi dua arah menjadi bagian penting agar pelaksanaan kebijakan dapat berjalan sesuai kebutuhan industri.

"Kami harus hadir dan menjawab semua kekhawatiran yang ada. Tugas kami adalah mendengar, menampung, lalu menerjemahkannya kepada regulator,” pungkas dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |