OJK dan Bursa Dipastikan Tetap Jaga Kepercayaan Pasar Usai Mundur Massal Pimpinan

17 hours ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Haekal, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator independen serta memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menjadi pasar yang kredibel, berkualitas, dan dipercaya investor.

Penegasan tersebut disampaikan Haekal menyikapi dinamika terbaru di sektor pasar keuangan nasional, termasuk pengunduran diri sejumlah pimpinan OJK dan pejabat eksekutif BEI yang bertepatan dengan terbitnya laporan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan stabilitas kelembagaan OJK sebagai regulator dan menjaga Bursa sebagai pasar yang sehat, transparan, dan berkualitas. Ini krusial untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Haekal, Minggu (1/2/2026).

Haekal menegaskan bahwa tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi BUMN, maupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun posisi pejabat eksekutif di BEI.

“Seluruh posisi yang kosong akan diisi melalui mekanisme yang berlaku oleh figur-figur profesional, independen, dan memiliki kompetensi tinggi di bidang pasar keuangan,” tegasnya.

Keberlanjutan dan Kualitas Pasar Modal

Menurut Haekal, keberlanjutan dan kualitas pasar modal tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan, tetapi juga oleh kredibilitas sumber daya manusia, kepastian regulasi, serta konsistensi pengawasan.

“Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif untuk memastikan OJK tetap independen dan kuat sebagai regulator, serta BEI terus berperan sebagai pasar yang efisien, berintegritas, dan berdaya saing global,” kata Haekal.

Ia juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, regulator, pelaku pasar, hingga masyarakat, untuk tidak terjebak pada spekulasi yang dapat memperkeruh persepsi dan mengganggu stabilitas pasar.

“Kita perlu menenangkan pasar, bukan memperkeruh keadaan. Fokus kita adalah memperkuat fondasi pasar keuangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Jadi Pjs Ketua OJK, Friderica Bakal Selidiki Saham Gorengan dan Finfluencer

Sebelumnya, Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan juga Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi akan melakukan penyelidikan terkait isu goreng-menggoreng saham. Sosok yang akrab disapa Kiki ini, ingin ada penegakan hukum yang tegas dalam skandal manipulasi pasar.

“Kemudian penguatan pengawasan dan penegakan hukum dengan segera memulai penyelidikan goreng-menggoreng saham atau manipulasi pasar tadi yang disampaikan oleh Pak Menko secara masif,” katanya di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga memastikan pihaknya akan turut serta dalam penegakan hukum kepada para financial influencer atau finfluencer. Agar ada efek jera dan penguatan dalam pengawasan market conduct.

“Kemudian set the tone dalam penanganan kasus besar dengan penegakan hukum yang memberikan efek jera serta penguatan pengawasan market conduct termasuk kepada para finfluencer,” ungkapnya.

Bekerja Sama dengan Penegak Hukum

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan.

“Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang bertentangan dengan peraturan bursa, POJK, dan undang-undang jasa keuangan yang berlaku,” katanya dalam kesempatan serupa.

Ia menegaskan, pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar seluruh proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah akan mendukung penuh proses penegakan hukum agar berjalan tegas, adil, dan sesuai aturan,” ucap Airlangga.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |