Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal Indonesia menjadi sorotan utama setelah pengumuman penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu, 28 Januari 2026. MSCI adalah perusahaan riset investasi global terkemuka yang dikenal sebagai penyedia indeks saham, data, dan alat analisis portofolio di seluruh dunia. Perusahaan ini menjadi acuan utama bagi manajer investasi dan investor global dalam mengukur kinerja pasar saham serta memandu keputusan alokasi dana mereka.
Keputusan terbaru MSCI untuk membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham Indonesia telah menimbulkan gejolak signifikan di pasar domestik. Kebijakan ini dipicu oleh kekhawatiran MSCI terkait kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar di pasar Indonesia.
Dampak langsung dari pengumuman ini terlihat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan tajam dalam dua hari berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, IHSG merosot 7,35% ke posisi 8.320,55. Indeks saham LQ45 melemah 7,26% ke posisi 812,53. Seluruh indeks saham acuan melemah.
Koreksi IHSG ini berlanjut pada perdagangan saham Kamis, 29 Januari 2026. Pada sesi pertama, IHSG ditutup susut 5,91% ke posisi 7.828,47. IHSG yang melemah ini juga dipicu langkah Goldman Sachs dan UBS yang menurunkan peringkat saham Indonesia usai MSCI mengumumkan untuk membekukan sementara pada indeks tertentu untuk sekuritas Indonesia
Lalu apa itu MSCI?
Indeks Morgan Stanley Capital International merupakan indeks yang dirilis lembaga riset Morgan Stanley. Perusahaan riset investasi ini menyediakan indeks saham, analisis risiko, dan kinerja portofolio, serta perangkat tata kelola bagi investor institusional dan dana lindung nilai atau hedge funds, termasuk MSCI Emerging Market Index dan MSCI Frontier Market Index.
Mengutip Investing.com, Capital International mengenalkan sejumlah indeks saham pada 1965 untuk mencerminkan pasar internasional, indeks pasar saham global pertama untuk pasar di luar Amerika Serikat.
Saat Morgan Stanley membeli hak lisensi data capital pada 1986, perusahaan itu mulai memakai akronim MSCI. Pada 2004, MSCI mengakuisisi Barra sebuah perusahaan manajemen risiko dan analisis portofolio senilai USD 816,4 juta.
Setelah merger, terjadi spin-off dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 2007, dan MSCI mulai diperdagangkan di Bursa Efek New York dengan kode saham MXB. Perusahaan itu menjadi perusahaan publik sepenuhnya independent dan berdiri sendiri dari Morgan Stanley pada 2009.
Perusahaan itu menyediakan berbagai instrument investasi kepada kliennya termasuk dari Barra dan RiskMetrics. Perusahaan juga menerbitkan indeks yang tersedia secara luas bagi investor publik.
Mengenal Lebih Dekat Peran MSCI di Pasar Global
MSCI, singkatan dari Morgan Stanley Capital International, adalah entitas riset investasi global yang menyediakan indeks acuan pasar saham. Indeks ini merupakan kumpulan saham pilihan dari berbagai negara yang menjadi pedoman utama bagi investor asing, manajer investasi, hingga dana pensiun global dalam menilai kinerja saham.
Fungsi utamanya adalah menyediakan tolok ukur yang komprehensif untuk tren dan performa saham berdasarkan kriteria spesifik seperti wilayah geografis, sektor industri, atau karakteristik perusahaan.
Untuk dapat masuk dalam indeks MSCI, saham-saham harus memenuhi kriteria ketat. Umumnya, saham yang terpilih memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan likuiditas tinggi, serta mendapatkan pengakuan global dan memiliki kelayakan investasi (investability) yang tinggi. Kriteria ini memastikan bahwa indeks MSCI mencerminkan saham-saham berkualitas yang menarik bagi investor institusional.
Masuknya suatu emiten ke dalam Indeks MSCI seringkali berdampak positif pada harga sahamnya. Hal ini disebabkan oleh adanya aliran dana masuk dari investor institusi yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan investasi.
Dengan demikian, indeks MSCI berfungsi sebagai "kompas utama" yang memandu arah alokasi dana di pasar modal global, membantu investor institusional dan individu dalam membuat keputusan investasi yang strategis.
MSCI Indonesia Index
MSCI Indonesia Index dirancang khusus untuk mengukur kinerja segmen kapitalisasi besar dan menengah di pasar Indonesia. Indeks ini mencakup sekitar 85% dari keseluruhan ekuitas Indonesia, menjadikannya representasi yang kuat dari pasar saham domestik. Bagi investor global, indeks ini adalah salah satu acuan penting dalam menentukan alokasi portofolio mereka di Indonesia.
Saat ini, Indonesia termasuk dalam kategori MSCI Emerging Markets Index. Status ini menempatkan Indonesia di antara negara-negara berkembang yang menarik perhatian investor internasional, yang mencari peluang pertumbuhan di pasar yang sedang berkembang. Keberadaan dalam indeks ini memberikan visibilitas dan aksesibilitas yang lebih besar bagi pasar modal Indonesia di mata dunia.
Keterlibatan Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets juga berarti bahwa pasar saham domestik tunduk pada standar dan evaluasi ketat dari MSCI. Perubahan dalam status atau kebijakan MSCI terkait Indonesia dapat memiliki efek domino yang signifikan terhadap sentimen investor dan aliran modal asing ke dalam negeri. Oleh karena itu, pemantauan terhadap kebijakan MSCI menjadi sangat penting bagi stabilitas pasar modal Indonesia.
Pembekuan Indeks MSCI Indonesia: Penyebab dan Dampak
Baru-baru ini, MSCI mengumumkan keputusan untuk membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia. Keputusan ini bukan tanpa alasan, MSCI menyoroti adanya keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran terhadap potensi perilaku perdagangan terkoordinasi. Perilaku semacam ini dapat mengganggu pembentukan harga wajar di pasar Indonesia, yang berpotensi merugikan integritas pasar.
Sebagai respons terhadap masalah ini, MSCI menerapkan "perlakuan sementara" (interim treatment) yang berlaku efektif segera. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks. Langkah-langkah ini bertujuan untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga akses investability pasar.
Dampak langsung dari pengumuman ini terasa di pasar saham domestik, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok signifikan. Hal ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap keputusan MSCI, mengingat perannya sebagai tolok ukur utama bagi banyak investor institusional global. Pembekuan ini mengirimkan sinyal kuat kepada otoritas pasar Indonesia untuk segera mengatasi isu transparansi yang disoroti.
Langkah Otoritas
Menanggapi keputusan MSCI, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyatakan komitmennya untuk terus berdiskusi dengan MSCI. Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan terbaik dan mencari solusi atas permasalahan transparansi yang menjadi sorotan. Dialog ini menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal Indonesia.
MSCI sendiri menegaskan akan terus memantau aksesibilitas pasar Indonesia. Perusahaan riset global ini akan melakukan peninjauan ulang status aksesibilitas pasar Indonesia jika tidak ada kemajuan signifikan dalam peningkatan transparansi hingga Mei 2026. Batas waktu ini memberikan tekanan bagi otoritas terkait untuk segera mengambil tindakan konkret.
Apabila perbaikan transparansi tidak tercapai dalam jangka waktu yang ditentukan, ada potensi konsekuensi serius bagi pasar saham Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Indexes, bahkan membuka peluang reklasifikasi dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market. Reklasifikasi ini berpotensi mengurangi daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4838907/original/035095800_1716294666-WhatsApp_Image_2024-05-21_at_18.52.06__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5167570/original/099152000_1742361798-IMG_5580.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074972/original/008936900_1584006692-20200312-Wall-Street-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399808/original/048930800_1762008770-AI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4484606/original/024332600_1687937061-Screen_Shot_2023-06-28_at_13.43.10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128711/original/079490600_1739258345-WhatsApp_Image_2025-02-11_at_1.31.24_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487936/original/087253300_1769684538-Konferensi_pers_OJK-BEI-29_Januari_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5125338/original/089768900_1738928255-20250207-IHSG-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020528/original/033868600_1578913889-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377989/original/083133800_1760174471-Mobil_Sultan_HB_X_berhenti_di_lampu_merah_tanpa_pengawalan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373081/original/056862400_1759811879-Mercedes-Benz-CLA-Hot-Wheels-art-car-14-e1759739946207-1260x714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5383151/original/070161900_1760626344-Pembunuh_Wanita_Hamil_di_Kamar_Hotel_Palembang_Tertangkap.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377194/original/057673300_1760079593-Kemensos.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371749/original/049281100_1759719443-2026_Toyota-Corolla-Hybrid_004-copy-2048x1152_edit_389872364280613.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380709/original/073164000_1760430153-Kepala_Sekolah_SMAN_1_Cimarga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366212/original/085532900_1759220340-673x373.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384884/original/040171600_1760851296-IMG_5959-01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370304/original/056329000_1759512361-Toyota-Hilux-Champ-Super-SWB-Thailand-1_edit_277774950076885.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380695/original/000808900_1760429712-IMG-20251014-WA0146.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376363/original/082442900_1760002232-Pelaku_pembunuhan_pegawai_minimarket_Rest_Area_Purwakarta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379545/original/050228000_1760349668-WhatsApp_Image_2025-10-13_at_16.45.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376589/original/072042200_1760009749-130613.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371914/original/075072000_1759727147-WhatsApp-Image-2023-02-01-at-4.35.05-PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380945/original/012003400_1760439766-Kepala_Sekolah_SMAN_1_Cimarga__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4768885/original/023099200_1710144866-fotor-ai-20240311151250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375508/original/095083500_1759929193-mbak_bhabin_cantik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381616/original/096967900_1760512780-IMG_20251010_103222.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373441/original/086716300_1759822390-Foto_2__8_.jpg)