IHSG Berpeluang Menguat Usai Tekanan MSCI

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki peluang untuk kembali menguat atau rebound setelah mengalami tekanan tajam akibat pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

"Memang efek dari pengumuman MSCI juga kemarin dengan adanya target koreksi kurang lebih di 8.050-8.100. Tapi kalau kuat direntang itu ada potensi IHSG rebound kembali, dimana resistenya di 8.350 - 8.400," kata Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, dalam Morning Investview, Kamis (29/1/2026).

Karina menilai tekanan yang dialami pasar saham Indonesia terjadi bersamaan dengan sentimen eksternal yang justru cenderung positif. Di tengah koreksi IHSG, mayoritas indeks di Wall Street tercatat menguat pada perdagangan Rabu, bahkan indeks S&P 500 sempat menembus level 7.000 untuk pertama kalinya.

"Indeks kita ditutup 7,35 persen ini signifikan banget tapi akan bahas dari eksternal dulu. Sebenarnya kalau diperhatikan indeks di Wall street ini mayoritas menguat pada perdagangan Rabu bahkan S&P 500 sempat menembus 7.000 juga untuk pertama kalinya," ujarnya.

Penguatan pasar global tersebut didorong oleh keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Kebijakan tersebut memberikan sinyal stabilitas moneter global, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pergerakan ini terjadi setelah the Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan kemudian kalau dari bursa Asia ini ditutup mix ya tapi memang sebagian besar naik di perdagangan kemarin seiring penguatan indeks di Wall street," ujarnya.

Tekanan MSCI Picu Aksi Jual, IHSG Sempat Trading Halt

Karina menuturkan,, IHSG ditutup melemah tajam hingga 7,35 persen pada perdagangan sebelumnya, sebuah penurunan yang dinilai cukup ekstrem.

Bahkan, tekanan jual sempat mendorong IHSG turun lebih dalam hingga 8,5 persen, memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) setelah indeks anjlok lebih dari 8 persen.

"Ini terkait dengan tekanan jual setelah pengumuman dari MSCI yang memutuskan membekukan sementara proses rebalancing untuk saham-saham di Indonesia, termasuk untuk membukukan sejumlah perubahan terkait indeks saham saham review di bulan Februari nanti makanya ini terjadi nett sale nya gede juga di Rp 6,12 triliun," ujarnya.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual asing, seperti BBCA, BMRI, BBRI, Telkom, hingga ANTAM, yang turut menekan pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Area Support Kuat Buka Peluang Rebound IHSG

Meski tekanan masih membayangi, IHSG dinilai mulai mendekati area support teknikal yang cukup kuat. Karina menyebutkan, target koreksi IHSG saat ini berada di kisaran 8.050 hingga 8.100. Apabila indeks mampu bertahan di rentang tersebut, peluang terbuka lebar dalam waktu dekat.

Secara teknikal, potensi penguatan lanjutan diperkirakan mengarah ke area resistensi di level 8.350 hingga 8.400. Rebound ini berpeluang terjadi seiring meredanya kepanikan pasar dan mulai masuknya kembali minat beli, khususnya pada saham-saham berfundamental kuat.

"Jadi, mungkin untuk investor ini masih fokus pada perkembangan dari MSCI juga tapi kalau dilihat indeks di luar pada hijau karena The Fed mempertahankan suku bunga acuannya," pungkasnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |