Pejabat BEI dan OJK Mundur Berjamaah, Pasar Modal Butuh Gebrakan Sosok Baru

1 day ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, pasar modal Indonesia butuh gebrakan dari sosok petinggi baru. Pasca Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kompak mundur dalam waktu berdekatan.

"Kalau menurut saya, saya menaruh harapan pada pemimpin yang baru menggantikan posisi mulai dari Dirut BEI dan juga para petinggi di OJK, agar supaya bisa menerapkan kebijakan pro market," ujar dia kepada Liputan6.com, Sabtu (31/1/2026).

Menurut dia, pelaku pasar menanti eksekusi kebijakan dari pihak otoritas di sektor pasar modal. Semisal menaikan batas minimal porsi saham publik yang diperdagangkan (free float), dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

"Kita juga akan menantikan terkait dengan komitmen dari OJK untuk menaikan batas minimal saham publik, atau free float menjadi 15 persen. Ini yang kita tunggu-tunggu," ungkap dia.

Ia juga menuntut percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

"Di sisi lain juga ada lagi nih, demutualisasi. Ini juga harus dipercepat di kuartal I 2026. Karena tentunya ini kalau dilaksanakan bisa meningkatkan akuntabilitas daripada bursa," pintanya.

Bisa Bikin Interim Freeze MSCI Batal

Harapannya, itu bisa membatalkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membekukan saham-saham Indonesia dari portofolio bergengsi milik ya.

"Saya rasa nanti ini akan bisa membuat MSCI tidak menerapkan interim freeze terhadap indeks saham di Indonesia. Dan supaya kita bisa tetep menjadi bagian dari kategori MSCI emerging market," kata Naufan.

Lebih lanjut, ia menilai pengunduran diri aktor-aktor penting di pasar modal seperti Iman Rachman dan Mahendra Siregar merupakan suatu hal yang wajar terjadi di pasar.

"Karena tentunya yang dicari adalah penggantinya yang benar-benar memiliki integritas, berkompeten, dan juga memiliki kredibilitas yang kuat di kalangan market," ujar dia.

4 Pejabat OJK Mundur

Seperti diketahui, Ketua OJK Mahendra Siregar, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan. Pengunduran diri ini terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, bersamaan dengan dua pejabat tinggi OJK lainnya. Keputusan ini diambil di tengah gejolak signifikan yang melanda pasar modal Indoneia.

Dua pejabat OJK yang turut mengundurkan diri adalah Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I. B. Aditya Jayaantara. 

Mahendra Siregar menuturkan, keputusan pengunduran diri bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral. Langkah tersebut diambil untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan di sektor jasa keuangan Indonesia.

Setelah pengumuman pengunduran diri Ketua DK OJK Mahendra Siregar, tak lama kemudian, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara mengumumkan mundur dari jabatannya.

Pengunduran diri telah disampaikan secara resmi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dirut BEI Iman Rachman Mundur

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan yang terjadi di pasar modal dalam dua hari terakhir.

Iman menyampaikan langsung pengunduran dirinya dalam keterangan singkat kepada media di Gedung BEI, Jumat (30/1/2026), tanpa membuka sesi tanya jawab.

Menurut dia, langkah mundur ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

“Hari ini saya akan menyampaikan satu statement, teman-teman juga udah ngikutin 2 hari terakhir bagaimana kondisi market kita 2 hari terakhir, walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab bahwa saya sebagai Direktur dan Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan.

Ia menilai, meski perdagangan pada pagi hari menunjukkan tanda perbaikan, keputusan pengunduran diri tetap diambil demi kebaikan jangka panjang pasar modal.

“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” katanya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |